Senyum Ceria Anak-Anak di Jepara Usai Bupati Witiarso Resmikan Program Sekolah Rakyat

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Selasa, 9 September 2025 | 15:18 WIB
TAMPAK : Bupati Jepara Witiarso Utomo berbincang dengan Joko Susanto, ayah dari Aprilia dan Alika, dua calon siswa SR, warga RT 7 RW 4 Desa Bulungan Kecamatan Pakisaji, Selasa (9/9/2025). (Istimewa for Pantura Network)
TAMPAK : Bupati Jepara Witiarso Utomo berbincang dengan Joko Susanto, ayah dari Aprilia dan Alika, dua calon siswa SR, warga RT 7 RW 4 Desa Bulungan Kecamatan Pakisaji, Selasa (9/9/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Senyum bahagia merekah di wajah Aprilia Siti Rahmawati (8) dan Alika Naila Putri Ramadani (6) saat mendapatkan kunjungan istimewa dari Bupati Jepara, Witiarso Utomo, bersama jajarannya.

Kedua kakak beradik yang tinggal di RT 7 RW 4 Desa Bulungan, Kecamatan Pakisaji, ini merupakan bagian dari 75 calon siswa Sekolah Rakyat (SR) rintisan di Jepara.

Kunjungan ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang dimulai oleh Bupati Witiarso dan Wakil Bupati Ibnu Hajar pada pekan sebelumnya, menjadikan wilayah Pakisaji sebagai lokasi terakhir dalam agenda tersebut. 

Baca Juga: Bangun Jepara Maju, PC IKA PMII Usung Ide Tokoh Agama Bersinergi

Kebahagiaan Aprilia terlihat saat ia berbagi harapan. "Senang kalau bisa ikut Sekolah Rakyat. Nanti bisa punya teman baru dan belajar lebih banyak. Saya ingin jadi guru kalau sudah besar," ujarnya, Selasa (9/9/2025)

Kebahagiaan ini juga dirasakan oleh kedua orang tuanya, Anik Solekhah dan Joko Susanto. Anik mengungkapkan rasa syukurnya karena kedua anaknya terpilih menjadi siswa SR di Jepara.

"Sekolah Rakyat ini sangat membantu sekali," ujarnya penuh harapan.

Baca Juga: Ahmad Luthfi: Ulama dan Kalangan Pondok Pesantren Berperan Penting Menyebarkan Kedamaian

Namun, di balik senyum ceria mereka, kondisi kehidupan keluarga ini cukup memprihatinkan. Anik dan Joko tinggal di rumah dengan lantai tanah merah dan dinding kayu papan yang sudah mulai lapuk.

Beberapa bagian dinding terlihat bolong dan ditambal dengan kain atau bekas asbes. Dapur rumah pun tidak jauh berbeda, hanya dilengkapi dengan ember sebagai tempat menampung air dan kompor gas yang sudah usang.

Penghasilan keluarga ini bergantung pada Joko, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang rosok barang bekas.

Baca Juga: Gubernur Jateng Sebut Pondok Pesantren dan Ulama Sebagai Pilar Perdamaian Sosial

"Kami orang tua ingin anak-anak kami bisa sekolah lebih baik, tapi sering terkendala biaya dan fasilitas. Program ini sangat membantu kami dan memberikan harapan besar untuk masa depan anak-anak," tambahnya.

Bupati Witiarso Utomo mendengarkan dengan seksama cerita Anik, Joko, dan Aprilia. Dalam momen hangat itu, ia menyentuh kepala kedua anak tersebut sembari memberikan dorongan untuk semangat menjemput masa depan yang lebih baik. 

"Komitmen kami untuk merealisasikan program Sekolah Rakyat sangat kuat. Peninjauan calon siswa di Pakisaji telah selesai, dan total ada 75 anak yang siap bergabung. Kini, kita tinggal menunggu jadwal dari Kementerian Sosial," jelas Bupati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X