Gubernur Ahmad Luthfi Dorong Pembentukan Kawasan Industri untuk Tingkatkan PAD di Jawa Tengah

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 07:47 WIB
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, Selasa (19/8/2025). (Istimewa for Pantura Network)
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, Selasa (19/8/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Dongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mengurangi angka pengangguran, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menginstruksikan kepada para bupati dan wali kota untuk segera menyiapkan kawasan industri di masing-masing wilayah.

Seruan ini disampaikan usai upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

"Segera lakukan rapat untuk membentuk kawasan industri di wilayah masing-masing, apapun bentuknya. Ini termasuk spot-spot produksi yang sesuai dengan kearifan lokal," tegas Luthfi, Selasa (19/8/2025).

Baca Juga: Ribuan Warga Rayakan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah dengan Meriah

Ia menekankan pentingnya keberadaan kawasan industri sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Saat ini, Jawa Tengah memiliki tujuh lokasi kawasan industri, antara lain KEK Industropolis Batang, KEK Kendal, Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, dan lainnya.

Luthfi menjelaskan bahwa pengembangan kawasan industri tidak hanya akan meningkatkan daya tarik investasi, tetapi juga akan membuka lapangan pekerjaan baru di daerah.

Baca Juga: Adu Kreativitas HUT RI, Dukuh Gergintung Tegal Hias 54 Tumpeng

"Cilacap telah menawarkan lebih dari 1.000 hektare untuk kawasan industri, Kebumen sudah menyiapkan lokasi, dan Demak melalui HIPMI juga telah mempersiapkan hampir 100 hektare. Kendal pun berencana menambah kawasan industri," ungkapnya.

Gubernur Luthfi juga mencatat bahwa realisasi investasi di Jawa Tengah pada semester I tahun 2025 mencapai Rp45,58 triliun, setara dengan 58,19% dari target tahunan sebesar Rp78,33 triliun.

Investasi ini terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp25,63 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp19,95 triliun. Daerah yang mencatatkan capaian investasi tertinggi termasuk Demak, Kota Semarang, Kendal, dan Batang, dengan investor utama berasal dari negara-negara seperti Singapura, Tiongkok, dan Korea Selatan.

Baca Juga: Saat Pedagang Pasar Johar Semarang Tinggalkan Dagangan Demi Merayakan Kemerdekaan

Dalam penutupan, Luthfi menekankan bahwa keberadaan kawasan industri akan menjadi barometer pembangunan wilayah, yang sejalan dengan arahan Presiden.

"Kawasan industri tidak hanya penting untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk pembangunan daerah yang lebih baik," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X