PANTURA NETWORK -- Peringatan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Tengah, mantan Gubernur Ali Mufiz memberikan apresiasi atas kemajuan yang berhasil dicapai oleh daerah ini. Dalam sebuah wawancara di kediamannya, Ali Mufiz menyoroti berbagai aspek, mulai dari infrastruktur transportasi hingga kondisi sosial yang kondusif.
Ali Mufiz mengungkapkan bahwa banyak pencapaian yang telah diraih selama delapan dekade terakhir, termasuk peningkatan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, dan berkembangnya investasi. Ia menekankan, perbaikan sarana transportasi dan infrastruktur jalan menjadi salah satu capaian terpenting yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Kalau dibandingkan dengan zaman saya, tentu saya bersyukur. Yang paling kelihatan adalah bertambah baiknya sarana transportasi. Ke mana pun kita pergi, rata-rata jalan sudah sangat bagus," ujar Ali Mufiz, Kamis (14/8/2025).
Baca Juga: Eks Wagub Jateng, Heru Sudjatmoko Serukan Sekolah Gratis untuk Entaskan Kemiskinan
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang merata telah memudahkan konektivitas antar daerah. Jalan yang lebih baik tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat tetapi juga distribusi barang, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, mantan Gubernur ini juga menyoroti keberhasilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menciptakan suasana sosial yang kondusif. Ia mencatat bahwa potensi konflik sosial dan gerakan radikalisme telah menurun drastis dibandingkan dengan masa pemerintahannya.
"Kita sekarang punya modal sosial yang sangat baik. Tinggal bagaimana pemerintah memanfaatkannya untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat," jelas Ali.
Baca Juga: Bupati Jepara Witiarso Utomo Kukuhkan 30 Anggota Paskibra Jepara 2025
Ali Mufiz juga memuji penerapan prinsip efisiensi dalam birokrasi pemerintah. Menurutnya, kebijakan efisiensi mampu mempercepat penyelesaian masalah di lapangan dan mengurangi pemborosan anggaran.
"Jika efisiensi dilakukan cermat, banyak masalah bisa diatasi tanpa pemborosan anggaran," tambahnya.
Di tengah kemajuan yang ada, Ali Mufiz mengingatkan bahwa tantangan ke depan tetap ada, terutama dalam pengendalian pertumbuhan penduduk dan ketersediaan lahan. Ia mengusulkan pembangunan rumah susun sebagai solusi untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif dan mencegah alih fungsi lahan.
"Pengembangan rumah susun bisa menjadi salah satu solusi agar Jawa Tengah kembali menjadi lumbung pangan nasional," tuturnya.
Dalam aspek sosial budaya, Ali Mufiz menilai karakter masyarakat Jawa Tengah yang menjunjung kesantunan budi sebagai modal berharga dalam menjaga harmoni. Namun, ia mendorong adanya keseimbangan antara kesantunan dan keterbukaan untuk menunjukkan prestasi agar keberhasilan dapat menjadi teladan.
"Masyarakat Jawa Tengah ini kelihatannya tenang-tenang saja karena falsafah Jawa mengutamakan alusing budi. Gerakan di masyarakat kadang tidak menonjol karena budaya kesantunan. Ora usah pamer, Gusti Allah ora sare," ujarnya.
Artikel Terkait
Wakil Gubernur Jateng Tinjau Penanganan Darurat Tanggul Sungai Bodri
Cek Kesehatan Gratis di Jateng Capai Sepertiga dari Total Nasional
Bupati Jepara Witiarso Utomo Apresiasi Baznas Jateng Salurkan Bantuan Modal Usaha kepada 135 Mustahik
OJK Pacu Digitalisasi UMKM dan Industri Keuangan di Jateng-DIY
Eks Wagub Jateng, Heru Sudjatmoko Serukan Sekolah Gratis untuk Entaskan Kemiskinan