Ia mengutip tema kegiatan BBGRM tahun ini, yaitu "Wujud Nyata Ngopeni Ngelakoni Warga melalui Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat."
Baca Juga: Patut Dicontoh, Desa Tunggul Pandean Mampu Kelola Sampah secara Mandiri
“Tagline yang disampaikan oleh Bapak Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, ‘Ngopeni Ngelakoni Warga melalui BBGRM’, menjadi motivasi bagi kita semua." ucapnya.
Lebih lanjut, "Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada acara hari ini saja, tetapi benar-benar diterapkan di seluruh desa di Kabupaten Jepara,” ujar Witiarso dalam pidatonya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (Dinsospermades) akan mendorong pelaksanaan gotong royong di setiap desa, bahkan merancang perlombaan antar desa untuk menggairahkan semangat kebersamaan.
Baca Juga: Bupati Jepara Witiarso Utomo Sidak Layanan Jepara Tanggap 112 , Temukan Fakta Ini
“Memang mungkin hadiahnya tidak sebesar lomba desa, tetapi ini menjadi gerakan riil bahwa pemerintah mendukung gotong royong. Ini bagian dari upaya kita dalam nguri-uri atau melestarikan persatuan dan kesatuan masyarakat Jepara,” tambahnya.
Artikel Terkait
Tinjau TMMD di Kecapi, Mas Bupati: Bukti Gotong Royong Bangun Jepara dari Desa
Kereta Suite Class Compartment Resmi Dirangkaikan pada KA Argo Bromo Anggrek Mulai 1 Juni 2025
Bertemu Menteri Ekraf, Ahmad Luthfi Berkomitmen Kembangkan Ekonomi Kreatif di Jateng
Solusi Bangun Indonesia dan BNN Cilacap Gelar P4GN 2025-2029: 150 Pekerja Dinyatakan Bebas Narkoba
Sambut Gelombang 2, Telkomsel Hadir di Embarkasi Solo dengan Layanan Lengkap