Menjawab Tantangan Pendidikan di Daerah Tertinggal, Wapim DPRD Jateng Soroti Perluasan Akses

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 20:35 WIB
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, belum lama ini (Istimewa for Pantura Network)
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, belum lama ini (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko atau yang akrab disapa Heri Londo, kembali menyoroti kesenjangan akses pendidikan di wilayah-wilayah tertinggal sebagai tantangan utama yang harus mampu dijawab pemerintah.

Ia menegaskan bahwa pendidikan berkualitas harus bisa dinikmati oleh seluruh anak di Jawa Tengah, tanpa memandang lokasi geografis.

"Dalam hal pendidikan, tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena ia lahir dan tumbuh di wilayah desa. Pemerintah dan DPRD memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan akses pendidikan yang merata," ujar Heri, Sabtu (17/5/25).

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Guru, Heri Pudyatmoko Ungkap Prioritas Agenda Pembangunan Pendidikan

Ia mengatakan, DPRD Jawa Tengah mendorong pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan pendidikan secara menyeluruh, termasuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik dan pembangunan fasilitas di wilayah prioritas.

Menurutnya, perluasan akses bukan hanya soal membangun sekolah, tetapi juga menciptakan sistem yang membuat anak betah belajar dan guru nyaman mengajar.

Ilustrasi dari AI (Artificial Intelligence)
Ilustrasi dari AI (Artificial Intelligence) (Istimewa for Pantura Network)

"Program seperti sekolah satu atap, penyediaan beasiswa untuk siswa dari keluarga tidak mampu, dan insentif bagi guru yang bersedia mengajar di daerah terpencil harus terus diperluas," ungkapnya.

Baca Juga: Maraknya Kasus Gangster, Taj Yasin Usung Pendidikan Karakter untuk Remaja

Heri juga menyoroti pentingnya peran teknologi sebagai jembatan akses. Ia mendorong pengembangan pembelajaran daring yang bisa menjangkau anak-anak di daerah tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kehadiran fisik di kelas.

"Kita harus ciptakan model pembelajaran hybrid yang adaptif. Anak di desa juga berhak menikmati pendidikan digital," tegasnya.

"Keadilan dalam pendidikan adalah syarat utama menuju keadilan sosial. Jika kita mampu membuka akses di daerah tertinggal, maka kita sedang membuka jalan masa depan yang lebih adil bagi Jawa Tengah," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X