Bupati Jepara Pastikan Mulai 2026 akan Membangun Dermaga di Desa Parang Karimunjawa

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Jumat, 9 Mei 2025 | 20:17 WIB
Bupati Jepara, Witiarso Utomo sewaktu meninjau pesisir Desa Parang Karimunjawa, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)
Bupati Jepara, Witiarso Utomo sewaktu meninjau pesisir Desa Parang Karimunjawa, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Sewaktu kunjungan kerja ke Desa Parang, Karimunjawa, Bupati Jepara Witiarso Utomo dan jajarannya menegaskan rencana pembangunan dermaga penyeberangan yang krusial bagi warga dan sektor pariwisata.

Hal tersebut, Bupati Jepara sampaikan ketika melaksanakan program "Bupati Ngantor di Desa Parang", Jumat (9/5/25).

Perjalanan menuju Desa Parang membutuhkan waktu empat jam melalui jalur laut, menyoroti kebutuhan mendesak akan infrastruktur yang lebih baik.

Baca Juga: Update Kecelakaan Kalijambe, Mabes Polri Turun Tangan dengan Sistem TAA

Saat tiba, Bupati dan rombongan disambut dengan antusiasme warga, yang menyampaikan berbagai aspirasi penting, termasuk pembangunan puskesmas pembantu, pengadaan kapal ambulans, dan fasilitas publik lainnya.

"Ya, 2026 akan dibangun dermaga," papar Bupati Jepara.

Warga Desa Parang, Masruh, menyoroti urgensi dermaga bagian timur yang bisa mendukung nelayan dan pariwisata.

Baca Juga: Komisi III DPR RI Puji Komitmen Kapolda Jateng dalam Memerangi Narkoba

Dengan potensi wisata seperti Bukit Batu Hitam dan Pantai Kunci, dermaga ini diharapkan menjadi titik sandar kapal cepat, mempercepat akses bagi wisatawan.

Kepala Desa Parang, Zaenal Arifin, mengingatkan bahwa survei sebelumnya memperkirakan kebutuhan anggaran Rp 8,5 miliar untuk pembangunan dermaga sepanjang 260 meter. Namun, hingga kini belum ada realisasi.

Bupati Jepara merespons cepat dengan memastikan pengerjaan jalan beton menuju dermaga dimulai tahun ini.

Baca Juga: Insiden May Day di Semarang, DPR RI Sorot Tindakan Sandera Polisi oleh Kelompok Anarko

"Kami menargetkan pembangunan puskesmas pembantu, dengan syarat tanah yang digunakan adalah milik pemerintah daerah," ucap Bupati Jepara.

Warga lainnya, Yunia Fatmasari, menekankan kebutuhan mendesak akan kapal ambulans, mengingat kondisi geografis yang menantang seringkali menghambat akses cepat ke layanan kesehatan.

Respon cepat dan konkret dari Bupati mendapat apresiasi luas dari warga, termasuk rencana pembangunan 17 titik PJU di Parang. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Desa Parang bisa mengoptimalkan potensinya dan meningkatkan kesejahteraan warganya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X