Batik Kasual Warna Alam, Dinkop UKM Jateng : Strategi Baru Sambut Pasar Wisata Lokal dan Internasional

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Selasa, 29 April 2025 | 14:44 WIB
ANTUSIAS : salah satu peserta Batik Kasual Warna Alam praktek dalam pelatihan, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)
ANTUSIAS : salah satu peserta Batik Kasual Warna Alam praktek dalam pelatihan, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Menyongsong pasar global dengan produk batik inovatif, Sampoerna Untuk Indonesia (SUI) bekerja sama dengan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah dan CV. Tiga Bintang Brotherhood gelar pelatihan 'Batik Kasual Warna Alam'.

Pelatihan dari tiga elemen tersebut diselenggarakan di Punthuk Setumbu, Magelang, selama dua hari, 26-27 April 2025, serta 15 perempuan berpatisipasi dalam sektor ekonomi kreatif di kawasan Borobudur ini.

Pada kesempatan itu, Ketua Pokja Penyelenggara Balatkop UKM Yusa Bramidha yang mewakili Kepala Dinkop UKM Jateng Eddy Bramiyanto menekankan, pelatihan sebagai upaya memajukan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Hadirkan Rumah Sehat di Tanjung Emas Semarang

"Kami ingin peserta pelatihan dapat menghasilkan produk batik yang tidak hanya indah dan berkualitas, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi dan diminati wisatawan," papar Yusa sewaktu sambutan sekaligus membuka acara pelatihan.

Pelatihan ini dirancang secara sistematis, dengan pembagian enam sesi, tiga sesi yakni Internalisasi Pelatihan, Perancangan Motif & Teknik Batik, Teknologi Zat Warna Alam, sudah dijalani oleh para peserta.

Ketua Pokja Penyelenggara Balatkop UKM Yusa Bramidha sewaktu sambutan di Magelang, belum lama ini.
Ketua Pokja Penyelenggara Balatkop UKM Yusa Bramidha sewaktu sambutan di Magelang, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

Berikutnya mereka bakal melanjutkan pembelajaran secara online dengan materi Strategi Pemasaran & Diversifikasi Batik, serta Pemasaran Digital melalui Konten Kreator Produk Batik di penghujung sesi pelatihan.

Baca Juga: Tiga Maskapai Siap Buka Rute Internasional Melalui Bandara Ahmad Yani

"Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat praktek langsung, mempelajari teknik pewarnaan yang ramah lingkungan," ujar dia.

Lebih lanjut, Yusa menyampaikan bahwa program ini memperkuat ekosistem fashion di Kabupaten Magelang, kemudian secara khusus mendukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur.

Sejalan dengan itu, ia optimistis akan meningkatkan daya saing batik lokal di pasar wisata domestik dan internasional. Sehingga outputnya menjadi oleh-oleh khas bagi wisatawan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Tepis Stigma Negatif Ayam Laga, PAPAJI Sragen : Kompetisi Sebagai Ajang Rekatkan Persaudaraan

"Pelatihan ini juga melanjutkan inisiatif sebelumnya seperti Batik Tingkat Lanjut dan Desain Fashion Borobudur, memperkaya diversifikasi produk tekstil lokal. Ketika keterampilan sudah siap, kita maju bersaing di pasar global," terang dia.

Sementara itu, salah satu peserta pelatihan Batik Kasual Warna Alam, Jarwati menghaturkan terimakasih kepada Dinkop UKM Jateng karena telah memberikan kesempatan untuk meningkatkan kreatifitas di dunia batik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X