PANTURA NETWORK -- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bergerak cepat menyiapkan model pendampingan dan pelatihan bagi ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang hendak bekerja di luar negeri.
Hal tersebut ia sampaikan sewaktu menerima kunjungan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding. Tujuannya agar pekerja migran dapat aman dan selamat ketika proses mencari nafkah.
"Saya sudah instruksikan Dinas Ketenagakerjaan untuk merancang model pendampingan dan pelatihan, mulai dari rekrutmen hingga pemberangkatan PMI," papar Luthfi, Selasa (14/4/25).
Baca Juga: Mas Wiwit Komitmen Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Setiap Tahun
Penguatan pendampingan serta pelatihan bagi pekerja migran, kata dia, merupakan hal penting dalam menjaga keselamatan dan menunjang skill PMI seiring data PMI asal Jawa Tengah yang terus tembus puluhan ribu.
Data PMI terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2024, sebanyak 66.611 PMI berasal dari Jawa Tengah, sementara hingga Maret 2025, jumlahnya mencapai 14.361 orang.
Adapun daerah dengan jumlah PMI terbanyak meliputi Cilacap, Kendal, Brebes, Pati, Grobogan, Banyumas, Sragen, Kebumen, dan Sukoharjo. Mereka sang pahlawan devisa bekerja di Hongkong hingga Jepang.
Baca Juga: OTW Jepara Mulus, NU dan Muhammadiyah Kompak Bersinergi
"Pekerja migran dari Jateng adalah pahlawan devisa kami, bekerja di menempati posisi kedua setelah Jawa Timur, Hongkong, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Jerman sebagai tambahan," ujarnya.
Selain pendampingan dan pelatihan, Gubernur turut menekankan pentingnya penyelarasan kebijakan antara kabupaten/kota untuk memudahkan pengawasan dan mencegah penipuan.
"Sinergi ini penting agar pekerja migran kita benar-benar menjadi pahlawan devisa," tegasnya.
Baca Juga: Deretan Peluang Investasi di Jawa Tengah, Ahmad Luthfi : Penting Diketahui
Sementara itu, Menteri Abdul Kadir Karding menegaskan pentingnya konsolidasi untuk menyiapkan penempatan tenaga kerja agar memiliki skill berkelas medium ke atas.
"Kita butuh ekosistem pelatihan yang baik, karena dampaknya melampaui ekonomi, mencakup transfer pengetahuan dan keterampilan," jelas Karding.
Karding juga mendorong adanya peraturan daerah dan wadah khusus di setiap kabupaten/kota untuk mengurus pekerja migran serta sosialisasi jalur legal dan prosedural bagi calon PMI.
Artikel Terkait
Halal Bi Halal PDI Perjuangan Jepara, Andang Wahyu Triyanto : Bersinergi untuk 2029
Ratusan Kader PKK Jateng Siap Entaskan Kemiskinan dan Tunjang Program Makan Bergizi Gratis
Genjot Program Makan Bergizi Gratis, Pemprov Jateng Tambah 105 SPPG Baru
Gubernur Jawa Tengah Dorong Stakeholder Tingkatkan Pelayanan Investasi
Tanoto Foundation Kerjasama dengan Pemprov Jateng, Ahmad Luthfi : Akselerasi Pendidikan dan Penurunan Stunting