Percepat Penanganan Longsor di Petungkriyono, Nana Sudjana Minta Operasi Modifikasi Cuaca

photo author
Muhammad Abdul Wahab, Pantura Network
- Kamis, 23 Januari 2025 | 15:34 WIB
Percepat Penanganan Longsor di Petungkriyono, Nana Sudjana Minta Operasi Modifikasi Cuaca (Ist)
Percepat Penanganan Longsor di Petungkriyono, Nana Sudjana Minta Operasi Modifikasi Cuaca (Ist)

PANTURANETWORK.COM -- Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, meminta kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar dilakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) di wilayah Kabupaten Pekalongan

Hal itu guna mempercepat pencarian korban hilang dan penanganan bencana longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

Permintaan tersebut disampaikan Nana Sudjana kepada Kepala BNPB Suharyanto, di sela rapat koordinasi penanganan dan penanggulangan bencana tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Rabu (22/1/2025).

Baca Juga: Pemkab Pekalongan Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari

“Dalam beberapa waktu ke depan, perlu ada operasi TMC lagi di Jawa Tengah. Hujan satu pekan terakhir cukup lebat dan intensitasnya tinggi,” kata Nana.

Saat ini, penanganan bencana di daerah tersebut masih fokus pada pencarian orang hilang. Berdasarkan pantauan di lapangan sampai Rabu (22/1/2025), pukul 18.20 WIB, korban meninggal dunia yang ditemukan sebanyak 21 orang. Informasi yang dihimpun, korban terakhir ditemukan di sungai. Sehingga saat ini masih ada enam orang yang dilaporkan hilang belum ditemukan.

“Fokus penanganan adalah korban dan pencarian (korban) hilang. Kita sudah melakukan langkah pencarian korban, dengan personel gabungan yang ada,” kata Nana.

Baca Juga: Diresmikan, Taman Mangkubumi Digadang Jadi “Night Market” Sragen

Penenganan bencana ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, dan relawan. Total personel mencapai 550-an orang. Mereka terbagi sesuai fokus penanganan seperti pencarian orang hilang, membuka akses jalan, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, dan lainnya.

Akibat bencana tersebut, Pemprov Jateng juga sudah menyalurkan bantuan senilai Rp207 juta. Selain itu, BNPB juga menyalurkan bantuan senilai Rp289 juta.

Dalam kesempatan itu, Nana Sudjana mengimbau masyarakat untuk terus waspada. Sebab, perkiraan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga Februari. Ia juga mengingatkan kepada seluruh pemerintah kabupaten/ kota sampai tingkat desa ,agar mewaspadai lokasi rawan bencana di wilayahnya sampai cuaca ekstrem selesai.

Baca Juga: Immoderma Skin Clinic Buka Cabang ke-6 di Semarang Barat

“Kita minta agar masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana banjir dan longsor, agar diungsikan ke tempat aman,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, permintaan operasi TMC tersebut diajukan untuk memudahkan pencarian dan mengantisipasi adanya bencana susulan. Khusus di wilayah Pekalongan, akan dilakukan TMC mulai Kamis (23/1/2025) hingga sepekan ke depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muhammad Abdul Wahab

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X