"Kami prihatin atas kejadian di asosiasi rental mobil Indonesia yang mengakibatkan satu korban rekan kami meninggal dunia, dan sati korban lainnya masih kritis. Tentu ini menjadi pelajaran bagi kita semua rental mobil untuk lebih hat-hati dalam mengambil tindakan dalam mengambil dan mengurus hak kita.
Ini juga menjadi lecutan bagi penegak hukum untuk lebih bisa berdampingan dengan kami, terkait kerjasama pengamanan unit dan lain sebagainya," tutur Farchan.
Sebagai wujud solidaritas, para pengusaha rental mobil yang tergabung dalam Bravo dan Korembi juga mengadakan penggalangan dana untuk donasi kepada keluarga korban. Keseluruhan dana yang terkumpul mencapai Rp 18 juta.
Dikatakan Farchan, Bravo Jateng-DIY di bawah kepemimpinan Sugeng Hariyadi telah terbangun soliditas uang baik di antara anggota.
"Hal ini penting, di antaranya untuk mencegah tindak penyelewengan oleh oknum penyewa, sehingga kasus seperti di Tangerang tidak terjadi lagi. Selain itu juga memperkuat sinergitas dengan aparat keamanan, sehingga kejadian tersebut tidak terulang lagi," pungkasnya.***