Kementerian Kebudayaan Galang Kompetensi SDM untuk Lindungi Cagar Budaya Bawah Air di Jepara

photo author
Isqi Noor Hamdani, Pantura Network
- Jumat, 15 November 2024 | 21:50 WIB
Penjabat Bupati Jepara, H. Edy Supriyanta, bersama pimpinan Kementerian Kebudayaan RI, beberapa waktu yang lalu (Istimewa for Pantura Network)
Penjabat Bupati Jepara, H. Edy Supriyanta, bersama pimpinan Kementerian Kebudayaan RI, beberapa waktu yang lalu (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Dalam upaya melestarikan dan mengelola cagar budaya, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terus berkomitmen untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di bidang Cagar Budaya Bawah Air (CBBA).

Ini menjadi langkah strategis mengingat Indonesia adalah negara kepulauan yang kaya akan warisan budaya, terutama dalam ranah arkeologi dan maritim.

Salah satu inisiatif yang diambil adalah pelaksanaan Bimbingan Teknis CBBA, yang berlangsung dari 8 hingga 18 November 2024 di Desa Teluk Awur, Jepara.

Baca Juga: Nilai Ekspor Jateng Meningkat, Industri Pengolahan Mendominasi

Kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM yang terlibat dalam pelestarian CBBA, dengan fokus utama pada arkeologi maritim.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang secara langsung memantau kegiatan ini, menekankan pentingnya penguatan kompetensi SDM dalam menghadapi ancaman eksploitasi CBBA ilegal.

"Kita perlu memastikan bahwa pengelolaan CBBA dilakukan dengan profesional," ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Temanggung Dorong Pemberdayaan Kelompok Rentan

Ia juga menegaskan bahwa temuan-temuan bawah air bukan hanya artefak, melainkan juga merupakan cerminan dari kekayaan budaya maritim yang dimiliki bangsa Indonesia.

Lebih lanjut, Fadli menyebutkan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi pelaku CBBA demi menjaga potensi budaya yang ada untuk generasi mendatang.

“Kekayaan bawah air kita harus diselamatkan dan dilindungi, terutama dengan adanya sekitar 400 titik potensi objek diduga cagar budaya bawah air di Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Kian Populer, Rekor 147 Starter di Shell bLU cRU Yamaha Enduro Challenge Salatiga

Kegiatan ini menjadi sangat penting untuk memperdalam pengetahuan serta literasi tentang sejarah dan budaya, yang tidak hanya bermanfaat bagi peneliti, tetapi juga untuk masyarakat luas.

“Jepara adalah wilayah yang kaya akan benda cagar budaya. Ini adalah harta intelektual yang perlu kita pelajari dan lestarikan,” ungkapnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X