SEMARANG - Sebanyak 1.348 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Tanjung Emas Semarang kembali mendapatkan bantuan beras 10 kilogram dari Pemerintah hari ini Sabtu 29 Juni 2024.
Mbah Jumiatun (64) salah satu warga penerima bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) 10 kilogram, mengaku sangat senang menerima bantuan beras dari Pemerintah yang disalurkan melalui Perum Bulog Jawa Tengah.
Menurutnya, bantuan yang diberikan sangat membantu dirinya dan masyarakat lapisan bawah lainnya yang sangat membutuhkan.
"Sangat bersyukur saya masih mendapatkan bantuan beras untuk yang keenam kalinya ini. Berasnya bagus dan enak, saya masak untuk keluarga di rumah," kata Mbah Jumiatun warga Kebonharjo RT 05, RW 06, Kelurahan Tanjung Emas Semarang.
Baca Juga: Presiden Jokowi Cek Harga dan Berikan Bantuan ke Pedagang di Pasar Temenggoeng Djaja Karti
Siswantini, warga Kebonharjo RT 02, RW 06 menambahkan, bantuan beras yang diberikan sangat membantu keluarganya yang masuk kategori kurang mampu. Ia berharap bantuan beras akan terus berjalan jangan berhenti di bulan Juni 2024.
"Beras ini saya masak untuk 5 orang, untuk suami dan anak-anak. Suami buruh material serabutan jadi pendapatannya tidak pasti. Saya juga ibu rumah tangga. Alhamdulillah sangat terbantu. Semoga bantuan beras terus lanjut lagi karena keluarga kami masuk ke golongan miskin," ungkapnya.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jateng, Sopran Kenedi mengatakan, penyaluran bantuan beras 10 kilogram telah dilakukan sejak tanggal 27 Juni 2024 dan berlangsung sampai dengan hari ini. Total warga penerima bantuan beras di Kota Semarang mencapai 56.000 lebih.
"Bantuan beras hari ini ada 1.348 KPM di Kelurahan Tanjung Emas berakhir hari ini. Semua sudah dilakukan mulai tanggal 27 - 29 Juni 2024. Pelaksanaan bantuan berikutnya akan mulai di bulan Agustus, Oktober dan Desember 2024," ungkapnya.
Ia menyampaikan, Bulog Jateng sangat siap melaksanakan tugas dari Pemerintah untuk menyalurkan bantuan beras tersebut. Stok beras di wilayahnya sangat mencukupi mencapai 180.000 ton dan masih terus melakukan penyerapan gabah ke petani.
"Stok beras tidak ada kendala ada 180.000 ton, untuk keperluan bantuan pangan 35.000 ton, maka sangat cukup untuk 6-7 bulan ke depan," jelasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih mengatakan, wilayah Tanjung Emas masih masuk ke daerah dengan jumlah masyarakat yang kurang beruntung terbanyak dibanding wilayah lain di Semarang.
Penyaluran yang keenam kalinya ini, lanjutnya sangat membantu masyarakat level bawah yang diharapkan bisa segera keluar dari kategori miskin.
Artikel Terkait
20 UMKM Jateng Akan Unjuk Gigi pada 35 Konjen di Bali
Pemkab Semarang Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal Lewat Kesenian Tradisional
PLTU Tanjungjati B Sumbang Pajak Terbesar dari Jepara
Rembang Expo 2024, Perbanyak Akomodasi Dunia Usaha
Antara Wasiat, Cinta, dan Kontestasi Pilkades