Wagub Taj Yasin: SMP Perlu Mulai Arahkan Siswa ke Pendidikan Vokasi

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Kamis, 16 Juli 2026 | 20:33 WIB
Wagub Taj Yasin: SMP Perlu Mulai Arahkan Siswa ke Pendidikan Vokasi
Wagub Taj Yasin: SMP Perlu Mulai Arahkan Siswa ke Pendidikan Vokasi

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengusulkan agar pendidikan vokasi di Indonesia mulai dikenalkan sejak jenjang SMP.

Menurutnya, penguatan vokasi tidak cukup dimulai saat siswa masuk SMK, tetapi perlu dibangun lebih dini agar peserta didik memiliki arah pengembangan kompetensi yang jelas sesuai bakat dan minatnya.

"Kalau kita bicara tentang vokasi, harusnya tidak dimulai dari SMK, akan tetapi di bawahnya, yaitu di jenjang SMP," katanya saat membuka The 8th International Conference on Vocational Education Applied Science and Technology (ICVEAST) 2026 yang diselenggarakan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Universitas Diponegoro di Hotel Gumaya Semarang, Kamis, 16 Juli 2026.

Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menilai, pengenalan vokasi sejak dini akan memberi ruang lebih luas bagi peserta didik untuk mengenali potensi diri sekaligus menentukan bidang keahlian yang ingin didalami. Dengan begitu, saat memasuki SMK mereka tidak sekadar belajar keterampilan dasar, tetapi telah memiliki arah pengembangan kompetensi yang lebih jelas.

Menurutnya, konsep tersebut sebenarnya mulai diterapkan di lingkungan madrasah. Ia mencontohkan keberadaan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sains di bawah Kementerian Agama yang telah menguatkan pembelajaran sains dan teknologi sejak jenjang pendidikan menengah pertama.

"Di Kementerian Agama sudah ada MTs Sains. Artinya sudah mulai diarahkan ke teknologi. Harusnya ada SMP-SMP yang juga mengarah ke vokasi, sehingga bisa berkesinambungan dengan SMK," kata pria yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi ini.

Selain dimulai lebih dini, Gus Yasin menilai pendidikan vokasi juga harus memiliki jalur yang berkelanjutan hingga perguruan tinggi.

Menurutnya, tiga tahun belajar di SMK sejatinya baru menjadi tahap pengenalan sehingga lulusan perlu didorong melanjutkan pendidikan vokasi ke jenjang diploma maupun sarjana terapan.

"Vokasi itu tidak selesai di jenjang SMK, harus dilanjutkan. Tiga tahun di SMK itu sebenarnya baru tahap pengenalan. Pendalamannya harus ada di universitas melalui pendidikan vokasi," ujarnya.

Ia berharap pemerintah, perguruan tinggi, maupun berbagai lembaga dapat memperluas akses beasiswa bagi lulusan SMK, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, agar mereka memiliki kesempatan meningkatkan kompetensi.

Dikatakan Gus Yasin, orientasi pendidikan vokasi juga perlu bergeser. Lulusan tidak cukup dipersiapkan hanya untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga didorong menjadi pencipta solusi melalui penguasaan teknologi.

"Mindset-nya sudah bukan lagi kita menjadi pegawai atau buruh, akan tetapi bagaimana kita menciptakan sesuatu yang benar-benar bermanfaat," katanya.

Ia mencontohkan pengembangan teknologi desalinasi yang dikembangkan perguruan tinggi sebagai solusi penyediaan air bersih bagi kawasan industri di Jawa Tengah. Menurutnya, inovasi seperti itu lahir dari penguasaan ilmu terapan yang menjadi roh pendidikan vokasi.

Selain kompetensi teknis, Wagub dua periode itu juga menekankan pentingnya pembentukan karakter. Menurutnya, disiplin, etos kerja, dan kepatuhan terhadap aturan harus berjalan seiring dengan penguasaan teknologi agar menghasilkan sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X