Gus Yasin Dorong Mahasiswa Tak Berhenti Meneliti, Ikut Atasi Rob

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Selasa, 18 Agustus 2026 | 19:27 WIB
Gus Yasin Dorong Mahasiswa Tak Berhenti Meneliti, Ikut Atasi Rob
Gus Yasin Dorong Mahasiswa Tak Berhenti Meneliti, Ikut Atasi Rob

SEMARANG - Belasan mahasiswa UIN Walisongo membentangkan poster bertuliskan “Semarang Menolak Tenggelam” di tengah Orasi Kebangsaan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Selasa, 18 Agustus 2026.

Alih-alih meminta poster diturunkan, Taj Yasin yang hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi justru menghentikan orasinya dan mengajak mahasiswa yang membawa poster tersebut maju ke depan. Ia meminta mereka menjelaskan persoalan yang ingin disampaikan.

“Sini, ada adik-adik yang di belakang coba yang bawa spanduk ke sini satu. Maju satu. Ada yang ingin menyampaikan?” kata Taj Yasin di Lapangan Kampus 3 UIN Walisongo.

Jolang Teja Manah, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) angkatan 2024, kemudian maju. Ia menjelaskan, poster tersebut merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap persoalan penurunan tanah dan banjir rob yang masih terjadi di kawasan pesisir Semarang.

Jolang mengatakan, berdasarkan kajian mahasiswa FISIP, penurunan tanah menjadi salah satu persoalan serius di kawasan pesisir. Ia menyinggung ekstraksi air tanah dan industrialisasi sebagai faktor yang perlu diperhatikan.

Ia kemudian membawa persoalan tersebut ke kondisi Mangkang Wetan. Menurut Jolang, kawasan itu terdampak banjir rob yang berpengaruh terhadap permukiman dan mata pencaharian warga.

“Bisa teman-teman bayangkan, ada mata pencaharian warga Mangkang Wetan dan beberapa pemukiman itu jadi laut gara-gara dihimpit oleh KIW dan KIK,” ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Taj Yasin menggali lebih jauh kajian yang dilakukan mahasiswa, termasuk kondisi wilayah lain yang juga menghadapi rob.

Ia menjelaskan, penanganan rob di kawasan pesisir Semarang telah dilakukan secara bertahap. Ia mencontohkan kawasan Kaligawe yang sebelumnya kerap tergenang rob, tetapi kini kondisinya sudah jauh berkurang.

Namun, persoalan rob kemudian lebih banyak bergeser ke kawasan timur, terutama wilayah perbatasan Semarang-Demak.

“Dulu tiap tahun rob, bukan hanya tiap tahun, tiap masa-masa rob. Sekarang teralih ke timur. Artinya apa? Di situlah penanganan kita,” katanya.

Untuk menangani kawasan pesisir, Pemprov Jateng menjalankan pembangunan Hybrid Sea Wall. Program tersebut telah dianggarkan dan mulai dilakukan di sejumlah wilayah.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin itu, pengembangan Hybrid Sea Wall juga melibatkan kajian perguruan tinggi. Universitas Diponegoro (Undip), kata dia, turut memberikan masukan mengenai metode penanganan kawasan pesisir.

“Dari kampus memberikan masukan kepada kita. Undip memberikan metodenya. Ada yang namanya Hybrid Sea Wall,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

X