"Dengan Oxford AQA kami berharap lulusan memiliki kesiapan yang lebih baik untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi luar negeri maupun program internasional di universitas-universitas terbaik di Indonesia," jelas Jumanto.
Ia mengungkapkan, kepercayaan masyarakat terhadap Permata Bangsa terus meningkat. Pada tahun ajaran 2026/2027 jumlah peserta didik bertambah hampir 200 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Seiring meningkatnya jumlah siswa, sekolah juga terus mengembangkan fasilitas pendukung pembelajaran. Dalam waktu dekat, Permata Bangsa akan membangun roof dome yang menutupi lapangan basket dan lapangan tenis agar dapat digunakan secara optimal sepanjang tahun tanpa terkendala cuaca.
"Fasilitas ini akan menjadi ruang yang lebih nyaman bagi siswa untuk belajar, berolahraga, berinteraksi, dan mengembangkan minat serta bakat. Kami ingin pertumbuhan jumlah siswa diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan infrastruktur sekolah," katanya.
Salah seorang wali murid, Rebecca, warga New York, Amerika Serikat, mengaku memilih Permata Bangsa karena menawarkan pembelajaran dwibahasa dengan kurikulum internasional yang sesuai dengan kebutuhan putrinya, Malaya.
Menurut Rebecca, sebelum mendaftarkan putrinya, ia sempat membandingkan beberapa sekolah. Namun, Permata Bangsa dinilai memiliki tenaga pengajar yang berkualitas serta mampu memadukan kurikulum internasional dengan kurikulum nasional.
"Kami mencari sekolah yang menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia serta memiliki kurikulum internasional. Setelah mencoba beberapa sekolah, kami memilih Permata Bangsa karena guru-gurunya luar biasa dan pendekatannya sangat holistik," ujarnya.
Rebecca mengatakan putrinya yang kini memasuki tahun kedua di Permata Bangsa mampu beradaptasi dengan baik berkat dukungan guru dan lingkungan sekolah yang kondusif. Menurutnya, sekolah tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan sosial, kemampuan beradaptasi, dan pembentukan karakter siswa.
"Kami sangat bersyukur karena guru-guru selalu membantu Malaya sejak hari pertama masuk sekolah. Sekarang dia sudah nyaman belajar, memiliki banyak teman, dan berkembang dengan baik," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kejar Pasar Global, Jateng Percepat Transformasi Industri Hijau Berbasis Energi Bersih
Sekda Jateng Tegaskan APIP Harus Jadi Garda Terdepan Cegah Korupsi
Jateng Libatkan Pelajar SMA/SMK, Ahmad Luthfi Cetak SDM Industri Hijau Masa Depan
BRI x REI Expo 2026 Tawarkan Rumah Subsidi dan Komersial di Queen City Mall Semarang
Penjualan Tiket Indomaret Fun Run 2026 Semarang Dibuka, Harga Mulai Rp100 Ribu