Fikrom Murod Terpilih sebagai Lurah Pondok Putra Ponpes Nailul Muna Jepara 2026/2027

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Rabu, 15 Juli 2026 | 16:52 WIB
Salah satu santri Ponpes Nailul Muna nampak hendak mencoblos pilihan Lurah Pondok, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)
Salah satu santri Ponpes Nailul Muna nampak hendak mencoblos pilihan Lurah Pondok, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- M. Fikrom Murod terpilih sebagai Ketua (Lurah) Pondok Putra Pondok Pesantren Nailul Muna, Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, untuk masa bakti Tahun Ajaran 2026/2027, dalam pemilihan langsung yang digelar Minggu (12/7/2026).

Fikrom unggul tipis setelah memperoleh 23 suara, mengalahkan Abdul Latif Jauhari yang meraih 22 suara. Dua kandidat lainnya, M. Azkan Najjah dan M. Rizki Alfarizi, masing-masing memperoleh 4 dan 3 suara. Panitia juga mencatat dua surat suara tidak sah karena pencoblosan lebih dari satu pilihan.

Pemilihan berlangsung di lingkungan pesantren dengan melibatkan puluhan santri sebagai pemilih. Proses pemungutan suara dilakukan melalui pencoblosan menggunakan surat suara yang disiapkan panitia.

Baca Juga: Santri Humanis dan Mandiri, Ponpes Nailul Muna Jepara Gelar Akhirussanah dengan Sentuhan Toleransi dan Kewirausahaan

Sebanyak empat kandidat mengikuti pemilihan tersebut, yakni M. Fikrom Murod, Abdul Latif Jauhari, M. Rizki Alfarizi, dan M. Azkan Najjah.

Panitia pemilihan, Hilal Ambiyat, mengatakan seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai prosedur, mulai dari pembentukan panitia, pendaftaran calon, penyampaian visi dan misi, hingga pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.

Pengasuh Pondok Pesantren Nailul Muna, KH. M. Ali Masrukhin, menyatakan bahwa pemilihan lurah pondok merupakan bagian dari pembelajaran demokrasi bagi para santri.

Baca Juga: Pemprov Jateng Perketat Seleksi Beasiswa Santri, Ada Uji Baca Kitab dan Pengabdian ke Pesantren

"Kegiatan ini menjadi sarana bagi santri untuk memahami sekaligus mempraktikkan sistem demokrasi secara langsung," papar Masrukhin.

Menurut dia, penerapan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam pemilihan tersebut bertujuan membentuk karakter santri yang bertanggung jawab serta memiliki kesadaran berbangsa.

Salah satu santri, Kang Azmi, mengaku proses pemilihan berjalan terbuka dan memberikan pengalaman baru.

Baca Juga: Cegah Bullying di Ponpes, Nawal Dorong Pelibatan LBH dan Sistem Pelaporan Berempati

"Semua santri punya hak yang sama untuk memilih. Ini pengalaman yang berharga bagi kami," pungkas Azmi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X