Baca Juga: Hasil Piala Asia 2023; Thailand Satu-Satunya Negara ASEAN Yang Menang, Malaysia Diobok-Obok Yordania
Apa yang terjadi di TADIKA hari ini bukan hanya soal pendidikan anak-anak, melainkan tentang masa depan identitas Melayu-Islam di Patani. Jika ruang-ruang seperti ini melemah, maka yang hilang bukan hanya bahasa atau tradisi, tapi juga sebuah peradaban.
Sebaliknya, jika TADIKA terus diperkuat-baik oleh masyarakat lokal maupun perhatian dunia luar-maka harapan itu tetap menyala.
Sudah saatnya publik nasional dan internasional melihat Patani bukan sekadar wilayah konflik, tapi sebagai ruang perjuangan identitas yang berlangsung melalui jalur pendidikan.
Baca Juga: Program MBG Disosialisasikan di Desa Butuh Semarang, Dorong Generasi Sehat dan Produktif
Dukungan terhadap eksistensi dan penguatan lembaga seperti TADIKA adalah investasi terhadap keberagaman dan keadilan budaya di kawasan Asia Tenggara.
Sebab, ketika satu identitas dipaksa hilang, yang sesungguhnya lenyap adalah wajah kemanusiaan itu sendiri.
Haris (Mahasiswa Thailand Selatan di UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, Indonesia)
Artikel Terkait
20 UMKM Pamerkan Produk Jawa Tengah ke Malaysia dan Thailand
Sekolah Kemitraan dan Keberbakatan Olahraga: Akses Pendidikan Merata, Prestasi Terjaga
Revitalisasi SMPN 1 Tahunan Jepara, Mendikdasmen : Jadi Contoh Efisiensi Anggaran Pendidikan Nasional
Tahani Ahla Raih Perak, Buktikan Generasi Muda Jateng Melek Teknologi
Generasi Sigma Disebut Lahir Mulai 2026, Ini Karakter, Tantangan, dan Prediksi Masa Depannya