Nabi Muhammad bertemu oramg yang berenang dalam bengawan darah dan dipukuli dengan batu, hal yang demikian mengisyaratkan seseorang yang makan riba, maka akan mendapatkan hukuman yang sangat berat mulai saat hidup di dunia.
Nabi Muhammad bertemu orang yang mengumpulkan kayu, namun saat ia sudah tidak kuat mengangkat kayu tersebut, justru malah ditambah lagi bebannya, hal tersebut menunjukkan orang yang sebenarnya tidak bisa dipercaya namun ia ingin dipercaya maka ia akan menemui jalan buntu.
Nabi Muhammad bertemu orang yang dipotong-potong dan digunting-gunting lidahnya, namun kembali utuh lagi terus menerus, keadaan tersebut mengisyaratkan bahwa orang yang gemar beromong kosong, berjanji palsu, memberikan nasehat yang tidak cocok terutama denga membawa nama ummat atau rakyat, maka orang-orang tersebut terancam siksa yang sangat luarbiasa, dari mulai hidup di dunia.
Nabi Muhammad bertemu orang yang wajahnya dikruweki (dicakari) dan dikukuri (digaruk) dengan garuk tembaga, hal ini mengisyaratkan balasan bagi orang gemar memfitnah dan menyebarkan aib orang lain.
Nabi Muhammad bertemu sapi besar yang keluar dari lobang kecil, setelah keluar sapi tersebut ingin masuk kembali namun tidak bisa. Hal ini menunjukkan orang yang berbicara namun tidak memikiran akibatnya, yang dampaknya adalah penyesalan dan bahaya.
Nabi Muhammad melihat kayu besar di tengah jalan yang menghalangi orang-orang yang akan lewat di jalan tersebut, hal ini menunukkan bahwa setiap orang yang berusaha melakukan kebaikan pasti ada yang mencoba menghalang-halangi.
Nabi Muhammad melihat undangan dari kanan: Yahudi, dan dari kiri: Nasrani. Hal ini mengisyaratkan segala sesuatu yang melewati batas itu tidak baik, merujuk pada hadits Khairul Umuri Ausatuha yang berarti sebaik-baik perkara adalah yang tengah, setiap orang yang menegakkan agama, golongan, dan tujuan tentu akan mendapatkan provokasi dari berbagai pihak yang mengggangu keseimbangan dan kemoderatan.
Nabi bertemu perempuan-perempuan yang sangat tua, tetapi berpakaian serta memakai perhiasan ala modern dan muda, mereka memanggil nabi tetapi beliau tidak menggubrisnya.
Hal ini mengisyaratkan dunia merupakan godaan dan tipu daya menarik yang selalu menghantui manusia dalam setiap perjuangannya, walaupun sebenarnya dunia tersebut fana atau rusak. Tetapi jangan lupa bahwa dunia ini adalah perantara untuk menggapai kebahagiaan di akhirat.
Baca Juga: Baznas Jepara Optimalkan Zakat, Target Perolehan Naik Jadi 15 Miliar di 2025
Nabi Muhammad bertemu para nabi dan rasul dan di Baitul Maqdis, yang kemudian mereka melaksanakan sholat, dengan nabi Muhammad yang menjadi Imamnya.
Hal ini menunjukkan pedoman dalam mewujudkan persatuan dan perdamaian ummat untuk menuju kearah tujuan yang utama tanpa adanya diskriminasi.
Artikel Terkait
Yoyok-Joss Ziarah ke Makam Kiai Sholeh Darat
Ketawa Paling Heboh, Ini Profil Kiai di Samping Gus Miftah saat Olok-olok Penjual Es Teh
Gus Yasin Institute dan Tim Akselerasi Jawa Tengah, Luncurkan Buku Biografi Gus Yasin
Malam Pangkreman, Makam Mantingan Jepara Dipenuhi Peziarah
Jepara Genjot Sertifikasi Halal UMKM, Sudah 10.600 Produk Bersertifikat