Kitab Arudl Nuhudlul Kafi, Gus Abdullah Badri Lestarikan Ilmu Langka

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Rabu, 27 Agustus 2025 | 16:48 WIB
POTRET : Ketua PC MDS Rijalul Ansor Jepara, Gus Abdullah Badri tengah mengaji di Bulungan, Pakis Aji, Jepara, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)
POTRET : Ketua PC MDS Rijalul Ansor Jepara, Gus Abdullah Badri tengah mengaji di Bulungan, Pakis Aji, Jepara, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Memasuki era digital, ilmu arudl atau syair arab kian tertelan oleh zaman. Oleh sebab itu, Ketua PC MDS Rijalul Ansor Jepara, Abdullah Badri mengarang Kitab Nuhudlul Kafi Fi Ilmi Arudl Wal Qowafi.

Gus Badri (sapaannya) menyatakan, sejumlah penyair melakukan penyimpangan dari kaidah ilmu Arudl. Daripada menyampaikan secara langsung, hemat dia, lebih baik mengingatkak melalui kitab yang dicetak tahun 2025 ini.

"Banyak penyimpangan ilmu syair, keterlaluan. Wazan (irama) rusak, remuk, dan yang membuat itu senior saya. Saya tidak berani untuk mengingatkan, jadi saya kira baiknya lewat kitab," papar Gus Badri, Rabu (27/8/2025).

Baca Juga: YBM PLN UIK Tanjung Jati B Salurkan Santunan untuk Mustahik Disabilitas di Jepara, Wujud Dedikasi BUMN Jelang Hari Pelanggan Nasional

Pihaknya menjelaskan, terdapat wazan ghorib (tidak dikenal) seperti bahar basith. Kasusnya banyak digunakan oleh penyair, ternyata ada menggunakan wazan dhorob (potongan akhir rima) faailaan, padahal ilegal.

POTRET : Nuhudlul Kafi Fi Ilmi Arudl Wal Qowafi karya Gus Abdullah Badri, belum lama ini.
POTRET : Nuhudlul Kafi Fi Ilmi Arudl Wal Qowafi karya Gus Abdullah Badri, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

Berangkat dari hal tersebut, ia menilai penting mempelajari ilmu arudl. Selain paham tentang syair arab, juga dapat membedakan dengan al-Qur'an yang pada zaman dahulu dianggap karangan syair Nabi Muhammad.

"Ilmu langka, karena sedikit yang mendalami ilmu milik Imam Kholil bin Ahmad ini. Padahal mempelajari ilmu arudl hukumnya fardhu kifayah. Manfaatnya banyak sekali," ujar pria asli Ngabul, Tahunan, Jepara ini.

Baca Juga: Buntut Demo Ricuh di DPR RI, Wamenkomdigi Panggil Tik Tok dan Meta, Tegaskan Takedown Bukan Bungkam Ekspresi

Kesulitan mempelajari ilmu arudl, kata Gus Badri, karena penyair diwajibkan menguasai sejumlah perangkat tata bahasa arab, seperti balaghah, mantiq, nahwu, shorof, i'lal, i'rob, bayan, badi', sejarah dan masih banyak lagi.

Saking susahnya, ia memberi pesan ke sejumlah pembaca Kitab Nuhudlul Kafi supaya mempelajari secara khusus tentang wazan, mana yang boleh dan tidak boleh, jangan asal mengarah syair berbahasa arab lalu disebarkan.

"Sebab banyak yang mengarang (syair) akhrinya yang salah secara arudl. Sama kesalahan kita dalam ber-nahwu, jaa'a zaidun, dibaca jaa'a zaidin, dalam ilmu nahwu tidak boleh majrur, jadi harus seimbang keilmuannya," pungkas dia.

Baca Juga: Resep Siomay Bandung, Gurih dan Lembut Cocok untuk Cemilan Maupun Jualan

Sebagai informasi, pria berambut gondrong ini telah membuat beberapa syair seperti 'Bi Madrosah' (TBS Kudus), Sayyidun Najm (Guru TBS Kudus), Zahrul Miawiyah (100 Tahun TBS Kudus) dan masih banyak lagi.

Selain dunia syair, Gus Abdullah Badri juga mengarang beberapa Kitab, mulai dari Ta'liqot Jaliyatul Kadar, Riq Daqiq, Badil Badawi dan buku lainnya yang berkaitan dengan sosial politik hingga jurnalisme warga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pengkhianatan Nuzulul Qur'an

Rabu, 4 Maret 2026 | 01:52 WIB

Nuzulul Qur'an dan Sunyi yang Mengajarkan Makna

Jumat, 20 Februari 2026 | 22:35 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Muhsi dari Asmaul Husna

Selasa, 23 September 2025 | 01:23 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Hamid dari Asmaul Husna

Selasa, 23 September 2025 | 00:41 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Waliyy dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 20:17 WIB

Makna dan Penjelasan Al Matin dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 19:43 WIB

Al-Wakil dari Asmaul Husna, Apa Makna dan Penjelasannya?

Minggu, 21 September 2025 | 19:21 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Qawiyy dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 19:06 WIB

Makna Ya Baits dalam Asmaul Husna

Sabtu, 1 Maret 2025 | 19:52 WIB

Makna dan Penjelasan Ya Majid dalam Asmaul Husna

Minggu, 23 Februari 2025 | 00:44 WIB
X