Biografi Lengkap Kiai Ahmad Fauzan Jepara dan Review Kitab Riwayah Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Minggu, 29 Juni 2025 | 19:17 WIB
Sosok Ketua PCNU Jepara pertama, Kiai Ahmad Fauzan (Istimewa for Pantura Network)
Sosok Ketua PCNU Jepara pertama, Kiai Ahmad Fauzan (Istimewa for Pantura Network)

Setelah perjalanan Isra’ nabi, mulai halaman 33 diceritakan Nabi Muhammad yang melanjutkan perjalanan Mi’rajnya yang bertemu dengan beberapa nabi, antara lain :

Baca Juga: Istimewa, Jateng Raih Penghargaan Indeks Keamanan Pangan Segar 2024

Nabi Muhammad bertemu Nabi Adam yang memberi pesan untuk memperhatikan anak cucu (seluruh ummat manusia), dan lebih berkah-berkahnya pekerjaan adalah pertanian.

Nabi Muhammad bertemu Nabi Isa yang memberi pesan untuk berakhlaq lemah lembut dan pentingnya ilmu kedokteran dalam masyarakat dan negara, sehingga dihukumi fardhu kifayah.

Nabi Muhammad bertemu Nabi Yusuf yang memberi pesan tentang ketahanan dan ketabahan dalam menghadapi segala ujian, serta pentingnya ilmu ekonomi.

Baca Juga: Banjir Rob Sayung Kian Parah, Ahli Tata Kota UNDIP : Tanggul Laut Jadi Solusi

Nabi Muhammad bertemu Nabi Idris yang memberi pesan untuk memimikirkan dan peduli dengan penderitaan dan kesengsaraan orang lain, serta pentingnya ilmu pembangunan.

Nabi Muhammad yang bertemu Nabi Harun yang mengajarkan kebijaksaan dalam memimpin, dari memimpin diri sendiri, golongan, perusahaan, sampai negara serta pentingnya pengetahuan politik di dalamnya.

Nabi Muhammad bertemu Nabi Musa yang mengajarkan militansi seorang prajurit perang, yaitu keberanian menghadapi musuh dalam berperang, sebagai prajurit harus berani mati dan bertekad untuk menang, dalam kitab dituliskan “Hallaka aw Mallaka” yang berarti binasa atau berkuasa. Selain itu dalam peperangan juga penting menguasai ilmu perang.

Baca Juga: Pastikan Tidak Ada Peserta Didik Titipan, Pemprov Awasi Secara Langsung Tahapan SPMB Jateng 2025

Nabi Muhammad bertemu Nabi Ibrahim memberi pesan untuk memperbanyak amal baik dengan dilandasi rasa ikhlas dan memperluas ilmu pengetahuan dalam aspek apapun yang dibutuhkan sehingga dapat mengatasi seluruh kesulitan yang dihadapi dalam revolusi.

Kemudian Nabi Muhammad meneruskan perjalanannya dari langit sap ke tujuh menuju Sidrotul Muntaha tanpa ada Malaikat yang menemani beliau kesana, dikarenakan keistimewaan tempat tersebut.

Disana Nabi Muhammad mendapatkan perintah dari Allah untuk disampaikan kepada para ummatnya yaitu sholat,  yang asalnya 50 waktu hingga menjadi 5 waktu saja seperti yang kita lakukan sehari-hari.

Baca Juga: Kloter Terakhir Jemaah Haji Jepara Tiba di Pendopo, Disambut Hangat Bupati Jepara Witiarso Utomo : Semoga Menjadi Haji Mabrur

Akhir Hayat Kiai Ahmad Fauzan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pengkhianatan Nuzulul Qur'an

Rabu, 4 Maret 2026 | 01:52 WIB

Nuzulul Qur'an dan Sunyi yang Mengajarkan Makna

Jumat, 20 Februari 2026 | 22:35 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Muhsi dari Asmaul Husna

Selasa, 23 September 2025 | 01:23 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Hamid dari Asmaul Husna

Selasa, 23 September 2025 | 00:41 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Waliyy dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 20:17 WIB

Makna dan Penjelasan Al Matin dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 19:43 WIB

Al-Wakil dari Asmaul Husna, Apa Makna dan Penjelasannya?

Minggu, 21 September 2025 | 19:21 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Qawiyy dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 19:06 WIB

Makna Ya Baits dalam Asmaul Husna

Sabtu, 1 Maret 2025 | 19:52 WIB
X