Setelah perjalanan Isra’ nabi, mulai halaman 33 diceritakan Nabi Muhammad yang melanjutkan perjalanan Mi’rajnya yang bertemu dengan beberapa nabi, antara lain :
Baca Juga: Istimewa, Jateng Raih Penghargaan Indeks Keamanan Pangan Segar 2024
Nabi Muhammad bertemu Nabi Adam yang memberi pesan untuk memperhatikan anak cucu (seluruh ummat manusia), dan lebih berkah-berkahnya pekerjaan adalah pertanian.
Nabi Muhammad bertemu Nabi Isa yang memberi pesan untuk berakhlaq lemah lembut dan pentingnya ilmu kedokteran dalam masyarakat dan negara, sehingga dihukumi fardhu kifayah.
Nabi Muhammad bertemu Nabi Yusuf yang memberi pesan tentang ketahanan dan ketabahan dalam menghadapi segala ujian, serta pentingnya ilmu ekonomi.
Baca Juga: Banjir Rob Sayung Kian Parah, Ahli Tata Kota UNDIP : Tanggul Laut Jadi Solusi
Nabi Muhammad bertemu Nabi Idris yang memberi pesan untuk memimikirkan dan peduli dengan penderitaan dan kesengsaraan orang lain, serta pentingnya ilmu pembangunan.
Nabi Muhammad yang bertemu Nabi Harun yang mengajarkan kebijaksaan dalam memimpin, dari memimpin diri sendiri, golongan, perusahaan, sampai negara serta pentingnya pengetahuan politik di dalamnya.
Nabi Muhammad bertemu Nabi Musa yang mengajarkan militansi seorang prajurit perang, yaitu keberanian menghadapi musuh dalam berperang, sebagai prajurit harus berani mati dan bertekad untuk menang, dalam kitab dituliskan “Hallaka aw Mallaka” yang berarti binasa atau berkuasa. Selain itu dalam peperangan juga penting menguasai ilmu perang.
Baca Juga: Pastikan Tidak Ada Peserta Didik Titipan, Pemprov Awasi Secara Langsung Tahapan SPMB Jateng 2025
Nabi Muhammad bertemu Nabi Ibrahim memberi pesan untuk memperbanyak amal baik dengan dilandasi rasa ikhlas dan memperluas ilmu pengetahuan dalam aspek apapun yang dibutuhkan sehingga dapat mengatasi seluruh kesulitan yang dihadapi dalam revolusi.
Kemudian Nabi Muhammad meneruskan perjalanannya dari langit sap ke tujuh menuju Sidrotul Muntaha tanpa ada Malaikat yang menemani beliau kesana, dikarenakan keistimewaan tempat tersebut.
Disana Nabi Muhammad mendapatkan perintah dari Allah untuk disampaikan kepada para ummatnya yaitu sholat, yang asalnya 50 waktu hingga menjadi 5 waktu saja seperti yang kita lakukan sehari-hari.
Akhir Hayat Kiai Ahmad Fauzan
Artikel Terkait
Yoyok-Joss Ziarah ke Makam Kiai Sholeh Darat
Ketawa Paling Heboh, Ini Profil Kiai di Samping Gus Miftah saat Olok-olok Penjual Es Teh
Gus Yasin Institute dan Tim Akselerasi Jawa Tengah, Luncurkan Buku Biografi Gus Yasin
Malam Pangkreman, Makam Mantingan Jepara Dipenuhi Peziarah
Jepara Genjot Sertifikasi Halal UMKM, Sudah 10.600 Produk Bersertifikat