Biografi Lengkap Kiai Ahmad Fauzan Jepara dan Review Kitab Riwayah Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

photo author
Marko Komar, Pantura Network
- Minggu, 29 Juni 2025 | 19:17 WIB
Sosok Ketua PCNU Jepara pertama, Kiai Ahmad Fauzan (Istimewa for Pantura Network)
Sosok Ketua PCNU Jepara pertama, Kiai Ahmad Fauzan (Istimewa for Pantura Network)

Beliaupun mengembalikan kitab tersebut ke Jepara dengan mengucapakan permohonan maaf, karena belum sempat menulis dan mencetak kitab tersebut dalam aksara Latin.

Kitab Riwayah Isra’ Mi’raj ini merupakan Kitab yang menceritakan dan menjelaskan peristiwa Isra’ Mi’raj nabi Muhanmad dengan interpretasi yang sangat kental dengan nilai sosial-politik yang berintegrasi dengan nilai-nilai Islam, nasionalisme dan revolusi. Dalam halaman 1-3, kitab ini menerangkan tujuan atau maksud dari adanya peristiwa Isra’ Mi’raj ini yang terbagi menjadi beberapa poin :

  1. Mempersiapkan Nabi Muhammad dalam menghadapi revolusi perubahan alam yang besar dan sulit, yang terdiri dari aspek jasmani yang membutuhkan keseimbangan, rohani yang membutuhkan didikan, ekonomi yang membutuhkan tuntutan, peperangan yang membutuhkan gemblengan, perdamaian yang membutuhkan kebijaksanaan, pergaulan hidup sehari-hari yang membutuhkan Arab dan cara, perubahan negara yang membutuhkan peraturan dan siasat, dan terutama yang sangat pentingnya adalah perubahan yang sangat berkenaan dengan agama.
  2. Melakukan verifikasi tentang tingkatan  pada pengikut nabi Muhammad terhadapnya.
  3. Memberikan pelajaran dan didikan yang sangat penting pagi ummat nabi, sebagai bekal saat nanti setelah kepergian nabi.
  4. Mempersatukan seluruh ummat ke arah tujuan utama yang luhur, yaitu menegakkan negara, bangsa, dan agama.
  5. Memberikan contoh bagaimana mewujudkan cita-cita ummat, dengan disertai penuh tanggung jawab dan memihak pada kepentingan ummat.

Poin nomor 5 diatas dijabarkan dengan 18 peristiwa dalam Isra’ nabi yang terdapat pada halaman 3-33. Di antaranya adalah :

Baca Juga: Istighosah Malam 1 Suro di Masjid Nurul Huda Dukuh Pule Desa Cepogo : Warga Berharap Berkah Dan Tolak Balak

Operasi jasmani yang menyiratkan penting memelihara kesehatan tubuh sebagai persiapan untuk menghadapi perubahan-perubahan besar.

Operasi rohani yang menyiratkan seorang pemimpin dan pengayom ummat yang harus bersih dari segala sifat buruk seperti bohong, sombong, dengki, dan lain-lain serta memiliki budi perkerti yang baik

Kecepatan Buroq yang menunjukkan segala tindakan dalam revolusi harus dilaksanakan dengan segera dan cepat, terutama mengenai siasat perjuangan politik yang berisi ilmi tatanegara

Baca Juga: PLN Hadir Untuk Rakyat, Perkuat Kapasitas Relawan Pesisir Lewat Pelatihan Water Rescue di Pantai Blebak

Nabi Muhammad bertemu jinn ifrit yang menggodanya, hal tersebut menunjukkan setiap perjuangan pasti disertai dengan rintangan. Adapun besar kecilnya rintangan tersebut tergantung seberapa tinggi tujuannya.

Nabi Muhammad bertemu orang menanam benih lalu memetik buahnya, peristiwa menyiratkan bahwa dalam memperjuangkan cita-cita yang luhur dalam masalah dunia maupun akhirat harus berani menempuh kesulitan dan susah payah, sebelum akhirnya akan memanen atau memetik hasil dari perjuangan tersebut.

Nabi Muhammad menemukan kuburan yang sangat harum, hal tersebut menunjukkan orang yang membela kebenaran dalam hal membela kemerdekaan, agama, serta menentang seluruh kedzoliman, meskipun sudah meninggal ratusan bahkan ribuan tahun akan tetap dikenang, dihormati, dan disebut-sebut nama dan  perbuatan-perbuatan baiknya.

Baca Juga: Dibuka Gus Wabup Jepara, Porseni Madrasah Menjadi Ajang Prestasi dan Pembentuk Karakter Generasi, Peringati Tahun Baru Hijriyah 1447 HBaca Juga: Sebuah Rumah Warga Ngasem yang Ditinggal Bekerja dan Tiga Unit Sepeda Motor Ludes Dilalap Si Jago Merah, Diduga Akibat Konsleting Listrik

Nabi Muhammad bertemu orang yang memukuli kepalanya sendiri terus menerus, menyiratkan bahwa orang yang bermalas-malasan dalam menunaikan sholat itu berarti ia adalah orang yang suka membinasakan diri sendiri.

Nabi Muhammad bertemu kaum yang memakan api neraka Jahannam dan diri, hal tersebut berarti orang yang tidak mau menunaikan zakat digambarkan dengan ibarat yang sangat aneh dan akan mendapatkan siksa di kehidupan dunia maupun akhirat.

Nabi Muhammad bertemu seseorang yang makan daging yang sudah berbau (daging mentah busuk) padahal disampingnya ada daging yang baik dan sudah matang, hal tersebut mengibaratkan pelaku zina dengan gambaran yang sangat menjijikkan dan perbuatan zina membawa kehinaan, penyakit, serta dampak negatif lainnya bagi diri pelaku dan masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Marko Komar

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Pengkhianatan Nuzulul Qur'an

Rabu, 4 Maret 2026 | 01:52 WIB

Nuzulul Qur'an dan Sunyi yang Mengajarkan Makna

Jumat, 20 Februari 2026 | 22:35 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Muhsi dari Asmaul Husna

Selasa, 23 September 2025 | 01:23 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Hamid dari Asmaul Husna

Selasa, 23 September 2025 | 00:41 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Waliyy dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 20:17 WIB

Makna dan Penjelasan Al Matin dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 19:43 WIB

Al-Wakil dari Asmaul Husna, Apa Makna dan Penjelasannya?

Minggu, 21 September 2025 | 19:21 WIB

Penjelasan dan Makna Al-Qawiyy dari Asmaul Husna

Minggu, 21 September 2025 | 19:06 WIB

Makna Ya Baits dalam Asmaul Husna

Sabtu, 1 Maret 2025 | 19:52 WIB
X