PANTURA NETWORK -- Sebanyak 80 siswa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 14 Jepara mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, 11-17 Agustus 2026.
Puluhan siswa tersebut merupakan angkatan pertama SNT 14 Jepara. Mereka terdiri atas 40 siswa kelas VII SMP dan 40 siswa kelas X SMA yang masing-masing terbagi dalam dua rombongan belajar.
Kepala BBPMP Provinsi Jawa Tengah Nugraheni Triastuti mengatakan seluruh siswa peserta MPLS telah melalui proses seleksi. Mereka diterima melalui jalur prestasi.
Baca Juga: Bupati Jepara Soroti Jalan Rusak di Karangrandu, Pemkab Cari Skema Penanganan
"Mereka lolos seleksi jalur prestasi," kata Nugraheni saat pelepasan siswa SNT 14 Jepara.
Selama MPLS, siswa mendapatkan pembekalan yang diarahkan pada penguatan karakter. Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari dan dijadwalkan berakhir bersamaan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus.
"Materi MPLS yang diberikan lebih kepada penguatan karakter," ujar Nugraheni.
Baca Juga: Sekolah Rakyat di Jateng Tampung 2.692 Siswa, Gus Yasin Sebut Putus Rantai Kemiskinan
Setelah mengikuti MPLS, para siswa akan menjalani pembelajaran dengan pendekatan yang memadukan kurikulum nasional, Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM), serta materi berbasis kearifan lokal.
Jepara dipilih sebagai salah satu lokasi pengembangan SNT karena dinilai memiliki komitmen dalam mendukung program tersebut. Pemerintah Kabupaten Jepara telah menyiapkan lahan sekitar 10 hektare di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji, untuk pembangunan sekolah utama.
Sambil menunggu kesiapan sekolah utama, Pemkab Jepara juga menyiapkan sekolah transit. Langkah tersebut memungkinkan proses pembelajaran SNT dimulai tanpa harus menunggu pembangunan fasilitas permanen selesai.
Baca Juga: Jepara Sabet Penghargaan Radar Kudus Award 2026, Program Pendidikan Jadi Penilaian Utama
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengatakan keberadaan SNT menjadi kesempatan bagi Jepara untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.
"Saya ikut bangga dalam rangka peningkatan SDM di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Kita dipercaya mendapatkan SNT, mudah-mudahan ini menjadi momentum kebangkitan pendidikan di Jepara," kata Witiarso.
Menurut Witiarso, SNT diperuntukkan bagi siswa berprestasi dengan latar belakang ekonomi yang beragam. Dari kuota peserta, 95 persen dialokasikan untuk siswa asal Jepara, sedangkan 5 persen diperuntukkan bagi siswa dari daerah sekitar.