KLa Project Hidupkan Nostalgia Puluhan Tahun di Panggung Harmony of Java

photo author
Muh Akhsan, Pantura Network
- Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:25 WIB
KLa Project Hidupkan Nostalgia Puluhan Tahun di Panggung Harmony of Java
KLa Project Hidupkan Nostalgia Puluhan Tahun di Panggung Harmony of Java

SEMARANG - Selepas pukul 21.00, dari balik panggung menyeruaklah Lilo, Adi, dan Katon Bagaskara di barisan akhir. Demi melihat itu, para penonton yang sedari tadi menunggu ketiganya sontak berseru menyambutnya. Tak berapa lama, mengalunlah “Gerimis”.

Lagu itu menjadi pembuka penampilan KLa Project saat menjadi pamungkas “Harmony of Java 2026”, Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Puncak Hari Jadi ke-81 Pemprov Jateng tersebut dilaksanakan di area Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah, Kota Semarang. Hadir Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Sekda Sumarno.

Penampilan Katon, Lilo, dan Adi, nampaknya mampu mengobati kerinduan para KLanis, sebutan bagi penggemar KLa Project. Mereka tak melewatkan satu pun penggal lirik ketika Katon melantunkan “Menjemput Impian”, “Belahan Jiwa”, “Semoga”, dan “Lagu Baru”.

Bagi sebagian penonton, ada sesuatu yang jauh lebih personal ketimbang sekadar berdendang bersama, yakni kenangan. Ketika KLa Project berdiri di atas panggung, seolah pintu waktu terbuka.

Tatkala cahaya panggung berpijar dibarengi suara khas Katon, raungan gitarnya Lilo, dan dentingan kibor Adi, masa lalu seperti kembali menemukan jalannya. Lagu-lagu yang pernah membersamai masa muda sebagian besar penonton.

Lihatlah wajah para penonton yang berseri-seri di sepanjang lagu yang didendangkan. Wajah-wajah yang sedang mengenang. Bahkan ketika lagu “Terpuruk” dilantunkan, mereka tetap saja menyanyikannya dengan riang gembira dan penuh senyuman.

“Kalian ini gimana, lagu Terpuruk kan liriknya sedih tapi kalian kok tetap saja nyanyinya ceria? Baiklah kita ganti liriknya jadi bahagia ya, bahagia tak terkira,” ujar Katon.

Malam itu KLa Project berikhtiar membawa kembali ke masa saat kaset masih menjadi benda penting, radio menjadi teman perjalanan, dan lirik lagu kerap menjadi cara sederhana untuk menyampaikan perasaan.

Satu di antaranya Eli Rahmawati, warga Salatiga, yang datang bersama lima sahabatnya. Mereka tidak sekadar ingin melihat konser. Mereka ingin mengulang penggalan masa lalu.

Eli dan teman-temannya bersedia menempuh berkilo-kilo meter perjalanan dan menunggu hingga malam demi bernostalgia bersama KLa Project.

“Kebetulan ini gratis, jadi pada minat semua teman-teman. Bisa bernostalgia, terutama untuk kami yang seusia, yang masih tahun 80-an,” kata Eli.

Nostalgia rupanya menjadi bahasa yang paling mudah menyatukan mereka malam itu. Usia boleh bertambah, rambut mungkin tak lagi sama, tetapi beberapa lagu memiliki kemampuan ajaib untuk mengembalikan seseorang pada masa ketika semuanya terasa lebih sederhana.

Eli tersenyum menikmati suasana. Bukan hanya karena tembang-tembang yang didendangkan, tetapi KLanis satu ini bisa menikmatinya bersama orang-orang yang memiliki cerita masa lalu yang sama.

“Kesannya luar biasa menyenangkan. Semoga pesta rakyat ini menjadi dedikasi dan inspirasi untuk berikutnya ada acara yang selanjutnya,” ujarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Muh Akhsan

Rekomendasi

Terkini

Mahasiswa 14 Negara Belajar Langsung Ukir Jepara

Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:06 WIB

Kirab Budaya Gerakkan Dagangan Pedagang Kecil

Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:29 WIB
X