daerah

Bupati Jepara Tinjau Longsor di Tempur, Jalur Baru 6 Km Dikebut untuk Pulihkan Akses Wisata Muria

Rabu, 8 April 2026 | 11:17 WIB
Bupati Jepara Witiarso Utomo turun langsung meninjau lokasi longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Sabtu (28/3/2026) (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Upaya pemulihan akses di kawasan rawan longsor Pegunungan Muria terus dikebut Pemerintah Kabupaten Jepara. Bupati Jepara Witiarso Utomo turun langsung meninjau lokasi longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Sabtu (28/3/2026) sore, sekaligus memastikan percepatan pembukaan jalur alternatif menuju desa wisata tersebut.

Dalam kunjungan itu, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembersihan material longsoran yang menutup badan jalan, tetapi juga menggenjot pembangunan jalur baru sebagai solusi jangka menengah. Langkah ini diambil menyusul intensitas longsor yang cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Jepara, sejak awal Maret hingga akhir bulan telah terjadi lima kali longsor di Desa Tempur. Dua kejadian terakhir bahkan terjadi beruntun pada Jumat dan Sabtu (27-28 Maret), di titik yang sama.

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Jepara Dikebut, Progres Tembus 26,75 Persen, Ditargetkan Rampung Juli 2026

Akibatnya, badan jalan yang sebelumnya sempat dibersihkan kembali tertutup material longsoran. Akses penghubung Dukuh Duplak dengan wilayah di bawahnya pun lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan.

"Selain pembersihan, kita juga fokus membuka jalur baru agar akses masyarakat dan wisata tidak terus terganggu," papar Witiarso di lokasi, didampingi Kepala Pelaksana BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto.

Jalur alternatif yang sedang digarap menghubungkan wilayah Sumanding menuju Desa Tempur dengan panjang sekitar 6 kilometer. Hingga saat ini, progres pembukaan jalur tersebut telah mencapai sekitar 80 persen atau hampir 5 kilometer.

Baca Juga: Angin Segar KALIMASADA di Tengah Duka Warga Desa Tempur Jepara

Pemerintah menargetkan pengerjaan jalur baru ini dapat rampung dalam waktu empat pekan ke depan. "Empat pekan lagi atau sekitar sebulan sudah clear," tegasnya.

Sebagai informasi, setelah pembukaan jalur selesai, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui DPUPR Kabupaten Jepara akan melanjutkan dengan pengerasan badan jalan serta penataan sistem drainase untuk meminimalkan risiko longsor susulan.

Terakhir, anggaran untuk tahap lanjutan tersebut rencananya akan dialokasikan melalui APBD Perubahan tahun 2026.

Tags

Terkini