daerah

Sekolah Rakyat di Jepara Dikebut, Progres Tembus 26,75 Persen, Ditargetkan Rampung Juli 2026

Selasa, 7 April 2026 | 19:33 WIB
Bupati Jepara, Witiarso Utomo saat menghadiri kegiatan halal bihalal bersama ratusan guru dan tenaga kependidikan di wilayah Satkordikcam Pakis Aji, Selasa (31/3/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir Maret 2026, progres fisik proyek strategis ini telah mencapai 26,75 persen, menandai percepatan realisasi program prioritas pemerintah.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, proyek yang mulai dikerjakan sejak Desember 2025 tersebut ditargetkan rampung dalam waktu delapan bulan, atau selesai pada Juli 2026, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, turut memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana dengan meninjau langsung lokasi proyek pada akhir pekan lalu. Dalam kunjungannya, ia berdialog dengan pelaksana proyek sekaligus mengecek kualitas pekerjaan di lapangan.

Baca Juga: Ahmad Luthfi: Sekolah Rakyat Sesuai Kebutuhan Jawa Tengah dalam Entaskan Kemiskinan

"Pakis Aji akan memiliki Sekolah Rakyat untuk anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2," ujar Witiarso saat menghadiri kegiatan halal bihalal bersama ratusan guru dan tenaga kependidikan di wilayah Satkordikcam Pakis Aji, Selasa (31/3/2026).

Sekolah Rakyat di Suwawal Timur dibangun di atas lahan seluas 10,2 hektare dengan total 27 gedung. Konsep yang diusung adalah boarding school dengan fasilitas lengkap, mulai dari ruang kelas, asrama, gedung olahraga, ruang pertemuan, tempat ibadah, dapur, hingga ruang terbuka hijau dan sarana penunjang lainnya.

Dari sisi kapasitas, sekolah ini dirancang mampu menampung sekitar 600 siswa tingkat SD, serta masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

Baca Juga: Bahtsul Masail PWNU Jateng Digelar di Jepara 20 April 2026, Bahas Isu Keagamaan hingga Sosial-Politik

Witiarso menegaskan bahwa keberadaan Sekolah Rakyat bukan untuk menjadi pesaing sekolah yang sudah ada, melainkan sebagai pelengkap dalam upaya pemerataan akses pendidikan di daerah.

"Ini bukan saingan, tetapi pelengkap untuk memastikan semua anak mendapatkan akses pendidikan yang layak," tegasnya.

Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan salah satu inisiatif pemerintah yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan fokus utama memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. Sasaran utamanya adalah anak-anak dari keluarga kategori desil 1 (sangat miskin) dan desil 2 (miskin).

Baca Juga: AMAN Jawa Tengah Gelar Dialog Kebangsaan Dukung Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran

Melalui pendidikan gratis dan berkualitas, program ini diharapkan mampu mencegah terjadinya "pewarisan" kemiskinan antargenerasi, sekaligus membuka peluang bagi anak-anak kurang mampu untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya di masa depan.

Harapan besar juga datang dari masyarakat. Salah satunya diungkapkan Anik Sholekah, warga Desa Bulungan, Pakisaji. Ia menyambut antusias pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dan berharap fasilitas itu segera bisa dimanfaatkan.

Anik berharap kedua anaknya yang saat ini menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat rintisan di BLK Pecangaan dapat melanjutkan pendidikan di SR Suwawal Timur yang lokasinya lebih dekat dari rumah.

Halaman:

Tags

Terkini