daerah

Angin Segar KALIMASADA di Tengah Duka Warga Desa Tempur Jepara

Sabtu, 24 Januari 2026 | 00:38 WIB
Kepala Desa Tempur, Maryono bersama Pembina KALIMASADA, Muhammad Zakki Mualida (Gus Zakki) di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jumat (23/1/2026). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, menyisakan duka mendalam bagi warganya. Di tengah situasi tersebut, secercah harapan datang dari jejaring alumni.

Salah satunya, KALIMASADA (Keluarga Alumni Madrasah dan Sekolah Darul Ulum) Bandungharjo memilih turun langsung, membawa kepedulian dan solidaritas nyata bagi masyarakat terdampak.

KALIMASADA menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 500 kilogram beras dan 20 karton minyak goreng. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Petinggi Desa Tempur, Maryono, untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang terdampak paling parah akibat bencana.

Baca Juga: DWP Jepara Gelar Raker dan Sosialisasi E-Reporting, Luncurkan Komunitas Donor Darah DWP Peduli

Bantuan ini bukan sekadar distribusi logistik. Ia lahir dari rasa senasib dan empati kolektif para alumni yang merasa terpanggil untuk hadir di saat masyarakat membutuhkan.

Selama periode 12 - 22 Januari 2026, KALIMASADA menghimpun donasi dari para alumni dan jejaringnya. Dari aksi tersebut, terkumpul dana sebesar Rp 12,3 juta, yang seluruhnya dibelanjakan dalam bentuk kebutuhan pokok sesuai kondisi darurat di lapangan.

Pembina KALIMASADA, Muhammad Zakki Mualida (Gus Zakki) menegaskan, gerakan ini merupakan refleksi nilai-nilai yang tumbuh di lingkungan pendidikan Darul Ulum-nilai kepedulian sosial dan keberpihakan pada kemanusiaan.

Baca Juga: Bank Jateng Undi Mobil Toyota Innova Zenix Hybrid, Hadiah Tabungan Bima Capai Miliaran Rupiah

"Kami ingin alumni tidak hanya hadir dalam ruang nostalgia, tetapi juga dalam ruang-ruang kemanusiaan. Bantuan ini kami serahkan melalui Pemerintah Desa Tempur agar bisa dimanfaatkan secara tepat sasaran oleh warga terdampak," ujar Gus Zakki, Jumat (23/1/2026).

Menurutnya, di tengah keterbatasan, kehadiran dan perhatian memiliki makna besar bagi masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.

"Mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi kami berharap ini bisa menjadi penguat batin dan penyemangat bagi warga untuk bangkit," tambahnya.

Baca Juga: Trans Jateng Akan Hadir di Magelang–Temanggung, Ongkos Perjalanan Lebih Hemat

Apresiasi atas kepedulian tersebut disampaikan langsung oleh Petinggi Desa Tempur, Maryono. Ia menyebut bantuan dari KALIMASADA datang pada waktu yang tepat, ketika kebutuhan pokok warga menjadi prioritas utama.

"Kami berterima kasih atas kepedulian KALIMASADA dan para alumni. Bantuan ini akan kami salurkan kepada warga sesuai kebutuhan dan peruntukannya," pungkas Maryono.

Tags

Terkini