Baca Juga: Cara Mengunci Obrolan WhatsApp agar Chat Pribadi Tak Mudah Diakses
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah kepala daerah dari Jawa Tengah turut hadir, antara lain Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, dan Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, yang memaparkan potensi daerah masing-masing.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai kerja sama ini mencakup pembahasan yang luas, mulai dari kerja sama antarorganisasi perangkat daerah hingga asosiasi pengusaha. Nilai transaksi Rp 832,3 miliar menjadi fondasi awal kolaborasi jangka panjang.
“Kami berharap ke depan akan ada hubungan kolaborasi yang saling menunjang dan menguatkan antara Lampung dan Jawa Tengah. Karakteristik komoditas dan kebutuhan industri kedua provinsi sangat potensial untuk saling melengkapi,” ujarnya.
Baca Juga: Gubernur Luthfi Buka Akses Baru Karimunjawa Lewat Bus DAMRI
Mirzani juga menyebut Jawa Tengah sebagai salah satu rujukan nasional dalam pengembangan dan pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, dalam berbagai kesempatan bertemu dengan perwakilan pemerintah pusat, Jawa Tengah kerap dijadikan tolok ukur dan percontohan, terutama terkait investasi dan perkembangan maupun dukungan infrastruktur kawasan industri.
“Semua menteri selalu mencontohkan Jawa Tengah seperti masuknya investasi yang besar lalu soal keamanan dan dukungan kawasan,” ujarnya.
Di luar 11 kerja sama baru tersebut, kedua provinsi sebelumnya juga telah menjalin kolaborasi pada 2025, antara lain melalui kerja sama Dinas Koperasi dan UKM melalui mitra agen dan penjualan ritel. Kemudian Dinas Sosial melalui layanan pemulangan Pemerlu Pelayanan Kesehatan Sosial (PPKS), layanan dalam panti, layanan rujukan ke fasilitas kesehatan. Adapun Dinas Ketahanan Pangan, termasuk perdagangan komoditas strategis seperti cabai rawit, bawang merah, dan DOC ayam KUB.