Baca Juga: HUT ke-78 Reserse, Ditreskrimsus Polda Jateng Bagi Bantuan ke Panti Asuhan
Director of Strategic Planning and Economics Techne Praxis International, Iqbal Maulana Achmad, menyampaikan, kerja sama melalui program UK PACT terus diperkuat, terutama dalam pengembangan transportasi publik dan integrasi kawasan Semarang–Batang.
“Hari ini Pemerintah Inggris bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, khususnya di Jawa Tengah, dalam mendukung program UK PACT. Salah satu fokusnya adalah transportasi publik, termasuk dari Semarang menuju Batang. Dukungan ini selaras dengan perkembangan di KEK Batang,” jelas Iqbal.
Ia juga menekankan pengembangan TOD atau KBT, telah menjadi elemen penting dalam kolaborasi tersebut.
Baca Juga: Raffi Ahmad Bahas Program Kreatif untuk Anak Muda Bersama Pemprov Jateng
“Program ini mendukung pertumbuhan kawasan perkotaan melalui TOD. Kami diterima dengan sangat baik oleh Gubernur, dan beliau berharap Inggris terus mendorong pembangunan di Jawa Tengah,” tuturnya.
Menurut Iqbal, Techne Praxis tidak hanya melakukan kajian teknis, tetapi juga mempertemukan para pemangku kepentingan lintas sektor.
“Kami melanjutkan program ini melalui kajian dan dengan mempertemukan stakeholder kunci, pemerintah pusat, daerah, dan BUMN seperti KAI. Harapannya, proses pengembangan di Kedungsepur semakin cepat untuk mendukung akselerasi ekonomi,” ujarnya.
Baca Juga: Dapur Umum dan Medis Jateng Turun Tangan, Ringankan Beban Pascabencana Sumbar
Ditambahkan, akselerasi diperlukan mengingat pertumbuhan ekonomi yang cepat di kawasan seperti Batang.
“Melalui program ini, kami mendorong kesiapan infrastruktur dan logistik, agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan optimal oleh masyarakat Jawa Tengah,” kata Iqbal.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arif Djatmiko, menuturkan, pengembangan dry port dan juga KBT/TOD ini dipercepat karena kebutuhan angkutan barang yang meningkat.
Baca Juga: Jawa Tengah Siap Sambut Event Olahraga Tingkat Nasional
“Ada 12 juta kontainer di Jawa Tengah, namun hanya 7 juta yang tertampung di Jawa Tengah. Sisanya keluar semua ke luar Jawa Tengah. Nantinya kalau Pelabuhan Tanjung Mas ditingkatkan, dry port dikembangkan, dan sistem kereta api dibuat loop, seluruh Jawa Tengah akan tersentral ke Semarang dan KIT Batang melalui jaringan kereta loop tadi,” jelasnya.
Kebutuhan Strategis Jawa Tengah Terkait TOD/KBT memiliki tantangan di kawasan Kedungsepur. Di antaranya Urban sprawl tinggi, 75% penduduk tinggal di luar kota inti.