daerah

Pemkab Jepara Serahkan 15 Kendaraan Pengangkut Sampah ke Desa : Perkuat Program Desa Mandiri Sampah 2025

Selasa, 18 November 2025 | 13:46 WIB
Bupati Jepara Witiarso Utomo serahkan bantuan kepada Salah satu penerima hibah, Petinggi Desa Tunggulpandean, M. Khotibul Umam, Selasa (18/11/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara resmi menyerahkan kendaraan roda empat dan roda tiga kepada belasan desa penerima dalam upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis desa.

Penyerahan hibah yang berlangsung di halaman Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa (18/11/2025) ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan Desa Mandiri Sampah yang terus berkembang pesat di wilayah setempat.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo menegaskan, hingga tahun 2024, Jepara telah memiliki 54 desa mandiri sampah yang menunjukkan perkembangan signifikan. Desa-desa ini menjadi bukti nyata kemampuan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri, terstruktur, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Ahmad Luthfi Pastikan Logistik dan Makanan untuk Korban Longsor Banjarnegara Tercukupi

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Jepara melalui Dinas Lingkungan Hidup menyerahkan 15 unit kendaraan pengangkut sampah, terdiri dari 4 unit kendaraan roda tiga dan 11 unit kendaraan roda empat.

"Hari ini, Pemerintah Kabupaten Jepara menyerahkan lima belas unit kendaraan pengangkut sampah kepada desa penerima. Ada empat desa yang mendapatkan kendaraan roda tiga, dan sebelas desa menerima kendaraan roda empat," ujar Bupati Witiarso.

Bupati menjelaskan bahwa kendaraan tersebut bukan hanya fasilitas fisik, tetapi juga sebuah amanah besar bagi desa dalam membangun manajemen persampahan yang lebih modern dan terencana.

Baca Juga: Kerugian Capai Rp3,7 Miliar, Gubernur Luthfi Perintahkan Pemulihan Komprehensif di Banjarnegara

"Saya berharap kendaraan ini menjadi alat pendukung bagi desa untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang terencana, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pemanfaatan melalui konsep ekonomi sirkular," tambahnya.

Selain sarana, Bupati Witiarso menekankan pentingnya edukasi dan disiplin masyarakat dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Ia menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan lingkungan bersih tidak hanya bertumpu pada fasilitas, tetapi juga perubahan perilaku warga.

Salah satu penerima hibah, Petinggi Desa Tunggulpandean, M. Khotibul Umam menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang mendalam. Menurutnya, selama ini pengangkutan sampah masih menjadi tantangan besar di desa, sehingga kendaraan hibah tersebut memiliki nilai strategis.

Baca Juga: Evakuasi Korban Longsor Situkung Dikebut, Ahmad Luthfi: Waspadai Bencana Susulan

Ia memastikan bahwa desanya akan memperkuat program pemilahan sampah rumah tangga serta terus meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

"Dengan adanya kendaraan ini, kami bisa bekerja lebih cepat, lebih rapi, dan lebih teratur. Kami berkomitmen untuk memaksimalkan penggunaannya demi kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga," ujarnya.

Tags

Terkini