Baca Juga: Keluarga Korban Longsor Cibeunying Menumpahkan Tangis di Bahu Gubernur Ahmad Luthfi
Gubernur menyebut bantuan dari provinsi sudah disiapkan dan dikirim.
“Untuk Banjarnegara, kami siapkan (lebih dari) Rp 700 juta. Sebelumnya hampir Rp 400 juta untuk wilayah Cilacap,” katanya.
Ahmad Luthfi mengingatkan masyarakat Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat banyaknya wilayah yang rawan longsor.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Perintahkan Bupati Cilacap Siapkan Lahan Relokasi 3,5 Ha di Majenang
“Jawa Tengah ini minimarket bencana. Ada daerah-daerah tertentu yang harus diantisipasi: Batang, Kendal, Wonosobo, Banjarnegara, Brebes–Bumiayu, Magelang, Temanggung. Potensi gerakan tanah tinggi. Harus ada pencegahan dini,” katanya.
Pemprov juga akan menggelar rapat terbatas untuk memperkuat mitigasi jangka menengah dan panjang.
Data bantuan yang telah masuk dari OPD dan BUMD Provinsi Jawa Tengah tercatat senilai Rp 385,48 juta.
Baca Juga: Gus Yasin Dukung Ijazah MDT Jadi Poin Tambahan Masuk Sekolah Negeri
Bantuan tersebut meliputi logistik dari Dinas Sosial yang bersumber dari APBN senilai Rp 239,35 juta, beras dua ton dari Dinas Ketahanan Pangan senilai Rp 27 juta, serta obat-obatan dari Dinas Kesehatan senilai Rp 11,91 juta.
Dukungan juga datang dari BUMD Jateng Peduli Bencana, yaitu logistik dari BPR BKK Mandiraja senilai Rp 15,5 juta dan tiga ton beras dari Bank Jateng senilai Rp 45 juta, serta logistik dari BPBD Jateng senilai Rp 46,72 juta.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 450 juta untuk penanganan rumah warga yang tertimbun atau musnah. (*)