“Ini nanti daya tampung airnya bisa dimanfaatkan hingga 40 hektare sawah,” jelasnya.
Sukim, petani bawang di Desa Kemurang Wetan, senang adanya bantuan pembangunan embung tersebut. Keluhan petani terhadap sulitnya air di saat musim kemarau sudah ada solusinya.
“Ya senang, jadi tidak kesulitan air lagi saat kemarau,” ujarnya.
Menurutnya, di saat musim kemarau tiba banyak petani memilih tidak menanam karena airnya sulit. Petani harus mengambil air dari sungai dengan biaya yang sangat mahal.
“Kalau kemarau sulit air. Jika mau tanam, ambil airnya dari sungai dan biaya mahal,” ungkap Sukim.
Setelah ada embung baru, petani kini mendapat harapan baru. “Ya senang. Jadi semakin bersemangat untuk bertani,” tandasnya. (*)