PANTURA NETWORK -- Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Kabupaten Kediri berbagi kebahagiaan. Mereka membawa camilan hingga bingkisan ke Rumah Kemanusiaan, Desa Pare, Kecamatan Pare, Sabtu (25/10/2025).
Belasan relawan yang terdiri dari 'Kediri Berbagi' itu membagikan gorengan dan kopi ke 50 orang tua lanjut usia (lansia). Senyum dan tawa nampak dalam kerut wajah penghuni Rumah Kemanusiaan GUSDURian atau Sanggar Lansia.
Perwakilan dari Kediri Berbagi, Rizma menyampaikan, kedatangan berbagai ormas itu untuk menghibur lansia. Supaya penghuni Panti Jompo tersebut tetap bahagia di masa tuanya dan sedikit menepis rasa kebosanan di tengah hiruk pikuk kota.
"Masa tua seringkali dihiasi dengan rasa bosan dan sendiri. Kami tidak ingin hal itu sampai terjadi. Makanya kami berinisiatif datang dan menghibur mereka (orang tua lansia)," papar Rizma, Minggu (26/10/2025).
Melalui sambungan telepon ia mengatakan, konsep Kediri Berbagi ini adalah ngafe bareng. Sehingga di sana para lansia guyub rukun, bercanda dan bebas tertawa bersama beberapa relawan, aktivis maupun mahasiswa.
"Bersyukur lewat uluran tangan sejumlah orang baik (donatur) Kediri Berbagi serta partisipasi Rumah Kemanusiaan GUSDURian ini dapat menebar kebahagiaan, yang kemudian para lansia terhibur atas kedatangan kami bersama," jelasnya.
Baca Juga: Studi: Sering Lupa-Sedih Bisa Picu Depresi dan Penurunan Kognitif Lansia
Sementara itu, Koordinator GUSDURian Mojokutho Pare Kediri sekaligus Founder Sanggar Lansia, Anugerah Yunianto menghaturkan terima kasih atas partisipasi relawan karena telah mempersembahkan dedikasi kebahagiaan kepada segenap lansia.
Menurut Antok Mbeler (sapaannya), kegiatan Kediri Berbagi ini merupakan implementasi rasa kemanusiaan. Lebih lanjut, hal tersebut selaras dengan pesan Presiden RI ke 4 Gus Dur, yakni mewujudkan peradaban manusia yang saling mencintai, saling mengerti, dan saling menghidupi.
"Pentingnya mengedepankan prinsip kemanusiaan sebagai landasan filosofis dalam bertindak dan berpikir. Prakteknya ada dalam sikap toleransi, inklusivitas, serta menekankan kepedulian terhadap kaum mustadhafin (orang lemah) atau minoritas," pungkas Antok.