daerah

Heri Pudyatmoko Tekankan Pentingnya Peran UMKM Perempuan Guna Kembangkan Ekonomi Hijau

Kamis, 23 Oktober 2025 | 13:35 WIB
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Di tengah perubahan ekonomi global yang semakin menekankan keberlanjutan dan efisiensi sumber daya, peran perempuan dalam sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga daya tahan ekonomi daerah. 

Namun, transformasi menuju ekonomi hijau menuntut lebih dari sekadar adaptasi. Dia membutuhkan dukungan nyata dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga komunitas digital.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko menekankan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun ekonomi berkelanjutan, terutama di level akar rumput.

Baca Juga: UMKM Semarang Bangkit, Pelaku Usaha Kini Lebih Melek Digital dan Finansial

“Dari dapur mereka lahir ide, dari tangan mereka lahir produk lokal yang bernilai. Kini saatnya kita bantu mereka melangkah ke pasar digital agar nilai tambahnya meningkat,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).

Menurut Heri, masih banyak pelaku UMKM perempuan di Jawa Tengah yang terjebak dalam rantai ekonomi konvensional — produksi terbatas, pemasaran manual, dan minim pengetahuan digital. Padahal, dengan pelatihan sederhana dan dukungan modal berbasis inklusif, produk mereka bisa bersaing hingga pasar nasional, bahkan global.

Ilustrasi ekonomi hijau (Istimewa for Pantura Network)

Data Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah mencatat, lebih dari 52% pelaku UMKM di Jateng adalah perempuan, sebagian besar bergerak di sektor kuliner, kriya, dan produk rumah tangga ramah lingkungan. Namun, hanya sekitar 20% yang sudah mengakses platform digital secara aktif.

Baca Juga: Polres Jepara Sidak Harga Beras, Stok Aman & Sesuai HET

Kondisi ini menunjukkan masih adanya kesenjangan digital yang perlu dijembatani melalui program pelatihan dan pendampingan.

Heri menilai, arah pembangunan ekonomi daerah ke depan harus menempatkan transformasi digital dan keberlanjutan lingkungan sebagai dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

“Kita bicara ekonomi hijau bukan cuma soal energi terbarukan atau daur ulang, tapi juga bagaimana perempuan yang membuat produk ramah lingkungan bisa hidup dari usahanya secara layak dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga: Program Dekranasda Semarang Berbuah Manis, UMKM Kini Lebih Disiplin Catat Keuangan

Ia juga mendorong Pemprov Jateng untuk memperluas kemitraan dengan BUMD dan koperasi hijau agar dapat menampung produk perempuan desa dalam skema pengadaan lokal. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara potensi komunitas desa dengan pasar modern, tanpa mengorbankan nilai budaya dan lingkungan.

Selain itu, Heri menyoroti pentingnya literasi digital dan ekosistem e-commerce lokal.

Halaman:

Tags

Terkini