daerah

UMKM Jepara Kian Diperkuat : PNM Latih 500 Pelaku Usaha, Pemerintah Dorong Percepatan Go Digital

Selasa, 21 Oktober 2025 | 16:05 WIB
Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo, pada kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar PNM Pati di Pendapa Kartini, Selasa (21/10/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pemerintah Kabupaten Jepara terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat kebangkitan ekonomi daerah melalui penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui sinergi dengan Permodalan Nasional Madani (PNM), ratusan pelaku usaha mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas untuk menguatkan daya saing di era digital.

Pelatihan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar (Gus Hajar), mewakili Bupati Jepara Witiarso Utomo, pada kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar PNM Pati di Pendapa Kartini, Selasa (21/10/2025).

Menurut Gus Hajar, tantangan UMKM hari ini tidak semata berhenti pada modal usaha, melainkan kemampuan beradaptasi dengan teknologi digital dan pemasaran berbasis online.

Baca Juga: Bupati Jepara Siapkan Sentra UMKM Baru di Jalan KM Sukri, Taman Kota Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

“Di Jepara terdapat 81 ribu pelaku UMKM yang tersebar di berbagai sektor. Mereka tidak hanya menyerap tenaga kerja, tetapi juga menjadi motor penggerak pemerataan ekonomi,” jelasnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jepara tengah mendorong percepatan “UMKM Naik Kelas” melalui digitalisasi pemasaran dan penguatan ekosistem usaha berbasis komunitas.

“Para pelaku UMKM harus percaya diri memasarkan produk secara digital,” ujarnya.

Baca Juga: Taj Yasin: Pesantren Harus Ramah Anak dan Perempuan, Bukan Tempat Kekerasan

Pemimpin Cabang PNM Pati, Budianto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 500 nasabah PNM Mekaar asal Jepara. Pihaknya juga mencatat sudah ada 26 unit layanan PNM yang tersebar di 15 kecamatan dengan total 96 ribu penerima manfaat, seluruhnya adalah perempuan pelaku usaha ultra mikro.

“Rata-rata setiap kecamatan di Jepara sudah tembus 6.400 nasabah. Dengan pelatihan dan pendampingan, kami ingin mendorong keterampilan mereka supaya naik kelas,” tutur Budianto.

Ia menyebutkan, banyak ibu-ibu rumah tangga yang semula memulai usaha kecil-kecilan, kini berhasil memiliki penghasilan mandiri dan menjadi penopang keluarga.

Baca Juga: Stasiun Batang Disiapkan Jadi Simpul Logistik dan Transportasi Terpadu

Dari sisi pengawasan, Taufik Andriawan selaku Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Jawa Tengah, menilai program PNM memiliki keunggulan karena fokus pada pendampingan dan literasi, bukan hanya pembiayaan.

“Setiap nasabah didampingi mengelola modal, mempelajari strategi bisnis sederhana, hingga merancang rencana usaha jangka panjang. OJK sangat mendukung dan terus memastikan akses pembiayaan UMKM tetap terbuka,” ujarnya.

Jepara kini menegaskan dirinya sebagai daerah yang siap menuju 'UMKM Bumi Kartini Go Digital dan UMKM Naik Kelas' berkat sinergi pemerintah, lembaga keuangan, dan penguatan komunitas pelaku usaha.

Tags

Terkini