PANTURA NETWORK -- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendukung langkah pemerintah provinsi dalam memperkuat sistem deteksi dini keamanan melalui pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di tingkat desa dan kelurahan.
Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya potensi kerusuhan yang terjadi di berbagai wilayah di Jawa Tengah akibat demonstrasi yang kerap berujung anarkis pada beberapa pekan lalu.
Menurut Heri, Siskamling bukan hanya sekadar upaya menjaga keamanan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana penting dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan lebih awal.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Investasi Jateng Berdampak pada Kesejahteraan Masyarakat
"Deteksi dini sangat krusial untuk mencegah kerusuhan yang lebih besar. Dengan Siskamling yang aktif, masyarakat bisa lebih cepat mengidentifikasi tanda-tanda ketidakberesan dan segera melaporkan kepada pihak berwenang," ungkapnya, Senin (6/10/2025).
Hal ini sejalan dengan Surat Edaran Gubernur Nomor 300.1/88/Setda/2025 yang menginstruksikan seluruh desa dan kelurahan untuk meningkatkan kewaspadaan dini dalam menghadapi potensi gangguan ketertiban yang dapat berkembang menjadi kerusuhan.
Selain itu juga menindaklanjuti Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 300.1.4/e.1/BAK pada 3 September 2025 yang menegaskan pentingnya memperkuat peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas).
Baca Juga: JPN Kejati Jateng Dorong Warga Selesaikan Polemik Gardu Induk PLN Jepara Lewat Jalur Hukum
Menurut Heri, regulasi ini harus dilaksanakan untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman di wilayah masing-masing. Satlinmas diharapkan dapat bekerja sama dengan masyarakat untuk memperkuat deteksi dini potensi ancaman terhadap keamanan.
Jawa Tengah, yang terdiri dari 7.810 desa, dan 753 kelurahan, memiliki tantangan besar dalam menciptakan sistem keamanan yang efektif dan cepat tanggap. Hingga 22 Agustus 2025, jumlah Satlinmas di Jateng tercatat sebanyak 254.004 orang.
"Keberadaan Satlinmas yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah dapat dimaksimalkan sebagai salah satu elemen penting dalam deteksi dini," ungkap politisi Partai Gerindra tersebut.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Dorong Desa-Desa di Jateng Kembangkan TPST Mandiri seperti Tersono
Siskamling yang dilaksanakan di tingkat desa/kelurahan diharapkan dapat menjadi mata dan telinga bagi pihak berwajib dalam mendeteksi potensi ancaman sebelum terjadi kerusuhan.
Hal ini juga sesuai dengan instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menginginkan agar setiap warga aktif terlibat dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif dan aman.