PANTURA NETWORK -- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menyatakan dukungannya terhadap langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong digitalisasi layanan transportasi massal, khususnya pada sistem pembayaran tiket bus Trans Jateng.
Menurutnya, modernisasi ini merupakan terobosan penting dalam meningkatkan kenyamanan dan kemudahan layanan bagi masyarakat pengguna transportasi umum.
Saat ini, penumpang Trans Jateng tidak hanya dapat membayar tiket secara tunai, tetapi juga melalui berbagai metode non-tunai, seperti QRIS, aplikasi Si Anteng (ASTRAPAY), Kartu Multi Trip (KMT), E-Money (Mandiri), TapCash (BNI), Brizzi (BRI), dan Flazz (BCA).
Baca Juga: Jaga Stabilitas Harga, Heri Pudyatmoko Minta ‘BUMD Peduli’ Pemprov Jateng Terus Digencarkan
Menurut Heri, sistem pembayaran ini akan mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
“Digitalisasi pembayaran ini adalah wujud pelayanan publik yang cepat, mudah, dan efisien. DPRD sangat mendukung langkah ini karena sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan transportasi,” kata dia, Jumat (3/10/2025).
Menurut Heri, metode pembayaran non-tunai relevan dengan perkembangan zaman, sekaligus mendukung inklusi keuangan dan edukasi digital masyarakat. Selain itu, sistem ini memungkinkan pengelolaan keuangan yang lebih transparan, akurat, dan minim risiko kebocoran.
Baca Juga: Heri Londo Dorong Hibah Rp16,6 M Menunjang Mutu Pendidikan Kampus Swasta Jateng
“Dengan digitalisasi, setiap transaksi tercatat secara real time, ini sangat penting untuk akuntabilitas keuangan dan perencanaan anggaran transportasi publik yang lebih baik ke depan,” imbuh politisi Partai Gerindra tersebut.
Tidak hanya sistem pembayaran, Heri juga mengapresiasi langkah Pemprov Jateng dalam melakukan modernisasi menyeluruh terhadap layanan Trans Jateng.
Modernisasi ini meliputi pembaruan armada bus, perbaikan sistem pengelolaan, peningkatan fasilitas halte, serta integrasi jaringan transportasi dengan layanan Trans milik pemerintah kabupaten/kota.
Baca Juga: Jangan Tertipu dengan yang Abal-abal, ini Deretan Camp Wajib 'English Area' di Kampung Inggris
Sejak pertama kali beroperasi pada 2017, Trans Jateng telah berkembang pesat dengan melayani tujuh koridor yang mencakup 14 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Meliputi rute Semarang–Bawen, Purwokerto–Purbalingga, Semarang–Kendal, Kutoarjo–Borobudur, Solo–Sumberlawang, Semarang–Grobogan, dan Solo–Sukoharjo–Wonogir. Ketujuh koridor ini kini melayani hingga 26.965 penumpang setiap harinya.