daerah

Jawa Tengah Dominasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Nasional dengan Capaian Mencolok

Selasa, 9 September 2025 | 14:59 WIB
BERSALAMAN : Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (9/9/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Pemerintah RI melaporkan bahwa realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional per 31 Agustus 2025 mencapai angka fantastis, yakni Rp 180,01 triliun, 16,9 persennya dari Jawa Tengah.

Angka tersebut merepresentasikan 62,62 persen dari target keseluruhan sebesar Rp 287,47 triliun. Di antara provinsi-propinsi yang berpartisipasi, Jawa Tengah mencatatkan diri sebagai yang terdepan dengan penyaluran KUR mencapai Rp 30,48 triliun, atau 16,9 persen dari total nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN, Ferry Irawan, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang.

Baca Juga: Ahmad Luthfi: Ulama dan Kalangan Pondok Pesantren Berperan Penting Menyebarkan Kedamaian

Acara ini berfokus pada sosialisasi dan optimalisasi penyaluran Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) serta Kredit Industri Padat Karya (KIPK).

"Capaian ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Jawa Tengah memanfaatkan KUR secara optimal. Ini juga berkat dukungan dari PT Jamkrida sebagai penjamin risiko dan peran aktif Bank Jateng sebagai penyalur," ungkap Ferry, Selasa (9/9/2025).

Menanggapi capaian tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian ini.

Baca Juga: Gubernur Jateng Sebut Pondok Pesantren dan Ulama Sebagai Pilar Perdamaian Sosial

"Alhamdulillah, penyerapan KUR di Jawa Tengah menjadi yang terbesar secara nasional. Ini adalah hasil kerja keras bersama antara pemerintah daerah, perbankan, penjamin, dan pelaku usaha," kata Taj Yasin.

Lebih lanjut, ia berharap keberadaan KUR tidak hanya memperkuat sektor pertanian melalui Kredit Alsintan, tetapi juga dapat menggerakkan industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

"FGD ini adalah momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, penjamin, dan pelaku usaha," tambahnya.

Baca Juga: Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Syukuri Penyerapan KUR Tertinggi, Dorong Industri Padat Karya

Berangkat dari capaian penyaluran KUR yang sudah terbukti, Jawa Tengah diharapkan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau sistemnya bagus, saya rasa sumbangan kita untuk ketahanan pangan bisa lebih besar lagi, bahkan bisa menjadi nomor satu," ucapnya optimis.

Dalam acara tersebut, dilakukan pula penyerahan simbolis Kredit Alsintan kepada beberapa pelaku usaha, seperti Totok Rusdiyanto, pengusaha jasa persewaan alsintan dari Bank Jateng dengan plafon Rp 505 juta.

Halaman:

Tags

Terkini