daerah

IJTI Korda Muria Raya Mengutuk Oknum Pengawal Ketua Dewas RSUD Soewondo Pati Karena Melakukan Kekerasan Terhadap Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 | 17:39 WIB
TAMPAK : pria bertopi merah yang diduga oknum pengawal Ketua Dewas RSUD Soewondo Pati sedang menarik wartawan, Kamis (4/9/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Insiden kekerasan yang menimpa jurnalis di gedung DPRD Pati, Kamis (4/9/2025) telah memicu reaksi keras dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya.

Kejadian itu berlangsung saat para jurnalis berusaha meliput Rapat Pansus Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati, di mana Ketua Dewas RSUD Soewondo Pati, Torang Manurung walkout dan menghindari pertanyaan dari jurnalis.

Kejadian ini menyoroti tantangan yang dihadapi jurnalis dalam menjalankan tugas mereka. Dua jurnalis dari media LingkarTV dan Suara Merdeka mengalami perlakuan kasar saat berusaha melakukan wawancara di pintu keluar gedung.

Baca Juga: Wagub Taj Yasin Harap Doa Majlis Dzikir Jadi Penopang Kedamaian di Jawa Tengah

Salah satu dari mereka terjatuh setelah ditarik secara paksa oleh oknum yang diduga pengawal Torang Manurung.

Menanggapi situasi yang mengkhawatirkan ini, IJTI Korda Muria Raya segera mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam pernyataan tersebut, mereka dengan tegas mengutuk tindakan kekerasan yang dialami jurnalis.

"Kami tidak akan mentolerir tindakan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugasnya. Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia dan melanggar UU Pers No 40 tahun 1999," papar Ketua IJTI Muria Raya, Iwhan Miftahudin.

Baca Juga: EN LMND Deklarasi Gerakan Menjaga Indonesia: Kawal Kebijakan Pro Rakyat, Tolak Tindakan Merusak dan Provokasi Politik

IJTI juga mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil tindakan tegas dengan menyelidiki insiden tersebut dan memeriksa oknum pengawal yang terlibat.

Salah satu wartawan dari LingkarTV tampak jatuh tersungkur usai ditarik oknum pengawal Ketua RSUD Soewondo Pati, Kamis (4/9/2025). (Istimewa for Pantura Network)

"Kami meminta kepada pihak kepolisian untuk memberikan perlindungan kepada jurnalis dan memastikan bahwa mereka dapat melaksanakan tugasnya tanpa rasa takut akan intimidasi atau kekerasan," tambah Iwhan.

Lebih jauh, IJTI mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk menghormati kerja jurnalis.

Baca Juga: Sapu Bersih Juara 1 dan 2 Lomba Resensi, Farah Yuna Febiana Siswi MTs KRM Marzuki Cepogo Siap Tembus Nasional

"Kami berharap semua pihak dapat menghargai tugas jurnalis dalam mencari dan menyampaikan informasi, karena pers adalah pilar demokrasi yang harus dilindungi," tegasnya.

Dalam situasi yang semakin memanas ini, IJTI juga menekankan pentingnya profesionalisme di kalangan jurnalis.

Halaman:

Tags

Terkini