daerah

Demi Ketahanan Pangan Nasional, Gubernur Jawa Tengah Tekankan Pentingnya Zona Hijau

Kamis, 7 Agustus 2025 | 14:36 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersalaman Menteri ATR Nusron Wahid, Kamis (7/8/2025). (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengajak Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk memastikan zona hijau dan lahan produktif di wilayahnya tetap terjaga, dengan tujuan ketahanan pangan nasional.

Hal tersebut, Ahmad Luthfi sampaikan saat acara pencanangan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (Gemapatas) 2025. Ia menegaskan pentingnya tidak mengubah lahan subur menjadi area pembangunan.

"Luas wilayah Jawa Tengah hampir mencapai 3,5 juta hektare, dengan 1,5 juta hektare di antaranya adalah zona hijau. Kami berharap ini tidak diubah menjadi zona pembangunan. Ini demi menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan," tegas Luthfi, Kamis (7/8/2025).

Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Minta Maaf ke Warga Masyarakat Pati, Ajak Masyarakat Bersama-sama Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif

Angka yang mengesankan pun diungkapkan Luthfi, di mana pada tahun 2024, Jawa Tengah menyumbang 18,8 persen dari total produksi pangan nasional, menjadikannya sebagai pilar utama dalam program swasembada pangan.

Pihaknya menekankan komitmen provinsi ini sebagai 'ijo royo-royo' yang subur dan berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.

"Menjaga lahan pertanian berarti menjaga masa depan pangan bangsa," tambahnya.

Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Tepis Tuduhan Arogan Soal Demo 50 Ribu Orang, Saya Tidak Menantang Rakyat!

Menurut data dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), sebanyak 91 persen lahan pertanian abadi atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Jawa Tengah masih terlindungi dari alih fungsi.

Angka ini jauh melampaui target nasional yang hanya 87 persen, menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan realisasi tertinggi di Indonesia.

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, dalam sambutannya mengapresiasi pencapaian tersebut. "Jawa Tengah ini luar biasa. Masih surplus 4 persen dari target nasional. Banyak provinsi lain yang sudah lampu merah, tapi Jateng justru menjadi contoh," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Pati Sudewo Penyesuaian Tarif PBB-P2, Demi Dandani Kabupaten Pati, Selama 14 Tahun Tidak Ada Penyesuaian Tarif

Nusron juga menambahkan bahwa lahan pertanian yang mengalami alih fungsi di Jateng merupakan salah satu yang terendah di Indonesia, menunjukkan komitmen provinsi ini dalam mempertahankan lahan pertanian.

"Langkah Jateng merupakan upaya strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan berdampak positif bagi masyarakat," pungkasnya.

Tags

Terkini