PANTURA NETWORK -- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengawali langkah signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan di Desa Asemdoyong, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.
Pada Kamis, 5 Juni 2025, ia melakukan inspeksi proyek pengerukan muara dan dermaga Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas perikanan lokal.
"Dulu, saat saya datang ke sini, pendangkalan muaranya sangat parah. Kami tidak punya pilihan lain selain melakukan revitalisasi dengan pengerukan. Ini agar kapal-kapal nelayan tidak lagi terjebak,” papar Luthfi.
Baca Juga: Khusyuk, 297 Warga Binaan Pemasyarakatan Rutan Jepara Simak Khotbah Idul Adha
Kondisi muara PPP Asemdoyong tak kunjung membaik, dengan sedimentasi di dermaga, alur pelayaran, dan muara Sungai Elon mencapai 68.489 m³. Hal ini mengganggu aktivitas kapal nelayan yang beroperasi di wilayah tersebut.
Ditambah lagi, pemecah gelombang (breakwater) yang ada sepanjang 80 meter sudah tidak lagi berfungsi dengan baik, sehingga meningkatkan risiko bagi kapal-kapal nelayan.
"Dengan revitalisasi ini, nelayan akan lebih mudah dan sejahtera dalam beraktivitas," lanjut Ahmad Luthfi.
Baca Juga: Semarakkan Hari Raya Idul Adha, Rutan Jepara Kurban Seekor Sapi dan Kambing
Adapun, proyek revitalisasi yang dimulai pada 5 Juni 2025 ini mencakup beberapa pekerjaan penting, seperti Pembangunan breakwater sisi timur sepanjang 220 meter dengan anggaran Rp 4,65 miliar.
Kemudian, pengerukan muara Sungai Elon dan kolam pelabuhan dengan volume 30.571 m³ senilai Rp 2,9 miliar.
Dengan total anggaran tahap pertama mencapai Rp 7,55 miliar, proyek ini direncanakan akan rampung dalam waktu 150 hari, dengan proyeksi total anggaran mencapai sekitar Rp 30 miliar.
Data menunjukkan bahwa PPP Asemdoyong menjadi pusat aktivitas perikanan dengan 1.447 unit kapal beroperasi. Komoditas yang ditangkap meliputi teri, tembang, kuniran, beloso, dan petek.
Pada tahun 2024, produksi ikan tangkap mencapai 1.115,75 ton dengan total nilai mencapai Rp 111,9 miliar. Pendapatan asli daerah dari PPP Asemdoyong juga terbilang signifikan, mencapai Rp 129,5 miliar, melampaui target yang ditetapkan.
Seorang tokoh nelayan setempat, Siswandi menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat yang diambil oleh Gubernur Luthfi. Ia berharap pengerukan dapat terus berlanjut untuk memastikan generasi mendatang tetap dapat melaut dengan baik.