daerah

100 Hari Kerja Mas Wiwit - Gus Hajar, 2 Anak Jepara Dikirim Kuliah di Kampus Favorit

Rabu, 4 Juni 2025 | 21:08 WIB
Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar di acara capaian 100 hari (Ist)

Pantura Network.com, JEPARA— Memasuki 100 hari pertama masa kepemimpinan Bupati Jepara Witiarso Utomo dan Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, Pemerintah Kabupaten Jepara menunjukkan komitmen nyata untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu melalui peluncuran Program Kartu Sarjana Jepara.

 

Baca Juga: 100 Hari Kerja Mas Wiwit - Gus Hajar, E-Ticketing Wisata Naikkan PAD 19,9 Persen, Pendapatan Bulanan Tembus Rp 796 Juta

 

Program ini merupakan inisiatif strategis yang dirancang untuk membantu putra-putri Jepara dari keluarga pra-sejahtera agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa terbebani oleh kendala ekonomi.

“Melalui program ini, kami ingin mencetak sumber daya manusia Jepara yang unggul dan siap bersaing," tegas Mas Wiwit didampingi Wabup Gus Hajar dan Pj Sekda Ary Bachtiar saat kegiatan Capaian Progam 100 Hari Kinerja Bupati dan Wabup Jepara yang digelar di Sokorame Cafe, Rabu (4/6/2025).

 

Baca Juga: 100 Hari Kerja, Bupati Jepara Temui Warga 88 Desa di 8 Kecamatan, Serap 294 Aspirasi

 

Program Kartu Sarjana Jepara hadir dengan dua skema beasiswa utama. Skema pertama adalah beasiswa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang ditujukan bagi mahasiswa kurang mampu yang mengambil program studi pada bidang-bidang yang menjadi prioritas pembangunan daerah, seperti kesehatan, pariwisata, dan industri furniture.

 

Baca Juga: 100 Hari Mas Wiwit- Gus Hajar, 166,638 Km di Jepara Mulus, Lebih Aman dan Nyaman Dilewati Warga

 

Skema kedua merupakan beasiswa yang berasal dari kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Jepara dengan berbagai perguruan tinggi serta mitra non-pemerintah, sehingga tidak membebani anggaran daerah namun tetap memberikan kesempatan luas kepada generasi muda Jepara.

Halaman:

Tags

Terkini