PANTURA NETWORK -- Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, menyerukan pentingnya percepatan program lingkungan hidup yang melibatkan langsung partisipasi masyarakat di tingkat akar rumput.
“Perubahan besar soal lingkungan tidak selalu dimulai dari atas. Justru peran masyarakat, terutama komunitas lokal, sangat menentukan keberhasilan upaya pelestarian lingkungan,” ujar Heri dalam keterangannya, Senin (19/5/25).
Menurut Heri, pendekatan berbasis masyarakat dalam pengelolaan lingkungan jauh lebih efektif karena bersifat langsung, berkelanjutan, dan sesuai dengan konteks lokal.
Baca Juga: KAHMI Jepara Siap Bersinergi Membangun Negeri dan Optimistis Mencetak Generasi Unggul
Ia menyoroti pentingnya mendukung komunitas-komunitas lingkungan yang selama ini telah aktif dalam kegiatan seperti penghijauan, pengelolaan sampah, konservasi mata air, dan edukasi ekologi.
“Komunitas seperti bank sampah, kelompok tani hutan, dan relawan sungai sudah terbukti mampu menjaga lingkungan dengan cara mereka sendiri. Pemerintah harus hadir untuk memperkuat dan memperluas skala gerakan ini,” tegasnya.
Dalam hal ini, ia juga menekankan perlunya sinergi antara OPD seperti Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa dalam menyusun program-program yang tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan kapasitas sosial.
Baca Juga: Pemprov Jateng Jalin Kemitraan Sekolah Swasta untuk Beri Pendidikan Siswa Miskin
“Jangan sampai upaya pelestarian lingkungan hanya dikerjakan sebagai proyek fisik. Harus ada pembentukan karakter dan budaya menjaga alam yang melekat di masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, Heri mendorong integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler anak-anak dan remaja. Menurutnya, generasi muda harus dibekali kesadaran ekologis sejak dini agar menjadi pelindung lingkungan masa depan.
“Kalau kita ingin hasil yang jangka panjang, maka tanamkan nilai-nilai pelestarian sejak usia dini, mulai dari rumah, sekolah, hingga tempat ibadah,” katanya.
“Lingkungan lestari bukan hasil proyek jangka pendek, tapi buah dari gerakan kolektif masyarakat yang konsisten dan didukung penuh oleh negara,” imbuhnya memungkasi.