PANTURA NETWORK -- Bandara Dewadaru Karimunjawa, yang terletak di kepulauan indah di Laut Jawa, bersiap menyambut kembali aktivitas penerbangan dari Maskapai Susi Air mulai 4 Juni 2025.
Diinformasikan Maskapai ini telah mengantongi izin untuk melayani rute baru, menghubungkan Karimunjawa dengan kota-kota besar seperti Yogyakarta dan Semarang.
Kapten Muhamad Kurniawan, Kepala Bandara Dewadaru Karimunjawa, menjelaskan bahwa Susi Air akan mengoperasikan penerbangan tiga kali seminggu, yakni pada hari Jumat, Minggu, dan Senin.
Baca Juga: Tragedi Tawuran Pelajar di Pati : Satu Siswa SMK Meninggal Dunia
Rute yang dilayani meliputi Yogyakarta-Karimunjawa, Karimunjawa-Semarang, Semarang-Karimunjawa, dan Karimunjawa-Yogyakarta.
“Penerbangan akan dimulai pada 4 Juli 2025. Ini adalah langkah penting untuk memudahkan akses ke Karimunjawa,” ujar Kurniawan saat ditemui di Karimunjawa akhir pekan lalu.
Selain Susi Air, Wings Air juga menunjukkan niat untuk membuka jalur penerbangan ke Bandara Dewadaru, menggunakan pesawat ATR 7250 yang mampu menampung hingga 72 penumpang.
Baca Juga: Mengalami Tindak Premanisme, Hubungi Nomor Call Center Polres Jepara
Rute yang direncanakan serupa dengan Susi Air, menghubungkan Karimunjawa dengan Yogyakarta dan Semarang.
“Diskusi dengan Wings Air sudah berjalan, dan operasional mereka siap untuk dilaksanakan,” tambah Kurniawan.
Selama ini, akses ke Karimunjawa hanya dapat ditempuh melalui jalur laut dari Pelabuhan Kartini Jepara atau Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
Baca Juga: Selama Libur Panjang Waisak, KAI Daop 4 Semarang Layani Lebih dari 245 Ribu Penumpang
Dengan dibukanya jalur udara, diharapkan akan menjadi titik awal bagi pengembangan transportasi dan pariwisata di kawasan tersebut.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyambut baik rencana pengoperasian penerbangan di Bandara Dewadaru, dan mengharapkan hal ini akan mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lainnya di Karimunjawa.
"Kami berencana menggelar berbagai event bergengsi untuk memperkenalkan Karimunjawa ke dunia. Fokus kami adalah sport tourism, karena potensi alam di sini sangat mendukung,” kata Witiarso.