PANTURA NETWORK -- Warga Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara digegerkan dengan insiden pohon ambruk menimpa makam wali Mbah Syeh Maulana Malik Ibrahim Al-Maghribi.
Berdasarkan keterangan dari juru kunci makam, Hanafi, pohon kudo berdiameter dua meter dan tinggi 13 meter itu ambruk sekira pukul 18:15 WIB, Selasa (22/4/25) ketika sholat Maghrib berjamaah.
Menurut dia, ambruknya pohon puluhan tahun itu dikarenakan cuaca. Hujan deras disertai angin kencang yang menderu Kecamatan Kedung selama beberapa jam membuat pohon ambruk.
Baca Juga: Ribuan Tanaman Hijaukan Tiga Mata Air di Purbalingga
”Hujan deras disertai angin kencang membuat pohon kudo ambruk, membuat tembok dan atap makam Mbah Syeh rusak,” papar Hanafi kepada redaksi (26/2/25).
Melihat kejadian tersebut, membuat Kholil selaku perangkat Pemerintahan Desa (Pemdes) Kedungmalang inisiatif menghubungi sejumlah warga untuk dilakukan evakuasi pohon ambruk.
"Kami gotong royong dengan warga masyarakat kedungmalang, sehingga pohon ambruk tersebut cepat disingkirkan dan dibersihkan, untuk memberi kenyamanan pada peziarah," kata Kholil.
Baca Juga: Kontes Kopi, Ajang Tepat Tingkatkan Pangsa Pasar
Pihaknya juga menjelaskan, ambruknya pohon kudo raksasa disebabkan oleh kondisi hujan deras disertai angin kencang. Apalagi posisi pohon sebelumnya sudah miring dan berusia puluhan tahun.
"Pojok sisi makam rusak dan lantai mengelupas akibat ditimpa pohon kudo yang berada di dalam area makam," pungkasnya. (Nabil Fahmi, Kontributor)