daerah

Gubernur Jateng Inisiasi Zonasi TPST Regional untuk Atasi Masalah Sampah

Rabu, 16 April 2025 | 04:49 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, belum lama ini. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengumumkan inisiatif baru untuk mengatasi masalah sampah yang semakin kompleks di wilayahnya. Dengan melihat tantangan yang dihadapi oleh beberapa kabupaten/kota dalam menentukan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Luthfi mengajukan pembangunan zonasi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) regional.

"Ini adalah langkah strategis untuk memastikan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan," ujar Gubernur Luthfi usai pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta, Selasa (15/4/25).

Gubernur juga telah melakukan konsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memastikan bahwa inisiatif ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang dituangkan dalam Perpres 12 Tahun 2025. Perpres tersebut menargetkan pengelolaan sampah sebanyak 50% pada tahun 2025 dan 100% pada 2029.

Baca Juga: Siap-siap, Pekerja Migran Bakal Dapat Pendampingan dan Pelatihan dari Gubernur Jawa Tengah

Kemudian untuk merealisasikan target tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah mengembangkan beberapa inovasi, termasuk program waste-to-energy. Salah satu contoh adalah TPST Jeruk Legi di Cilacap yang mampu memproses 150 ton sampah per hari menjadi Refuse Derived Fuel (RDF). Selain itu, ada juga TPST BLE di Banyumas yang menghasilkan RDF, paving, dan magot.

Di Solo, TPA Putri Cempo menjadi contoh lain dengan kapasitas 450 ton sampah per hari dan mampu menghasilkan 5 MW listrik melalui PLTSa. Inisiatif ini mendukung upaya Pemprov Jateng dalam meningkatkan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

Gubernur Luthfi juga menekankan pentingnya peran aktif dari 35 bupati dan wali kota di Jawa Tengah. "Kami akan segera mengumpulkan para pemimpin daerah untuk memberikan arahan langsung dari Kementerian Lingkungan Hidup," jelasnya.

Baca Juga: Mas Wiwit Komitmen Serap 20 Ribu Tenaga Kerja Setiap Tahun

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mendukung langkah Gubernur Jateng. "Kami akan memberikan intervensi teknis untuk mendukung pembangunan TPST regional dan program waste-to-energy," ujar Hanif. "Selain itu, pengawasan dan kontrol yang ketat diperlukan untuk memastikan bahwa setiap daerah dapat mencapai target yang telah ditetapkan," imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, menambahkan bahwa saat ini sudah ada 46 lokasi TPA yang tersebar di 35 kabupaten/kota. Namun, dengan zonasi regional, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan sampah.

Baca Juga: Tanoto Foundation Kerjasama dengan Pemprov Jateng, Ahmad Luthfi : Akselerasi Pendidikan dan Penurunan Stunting

"Inisiatif ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga langkah berkelanjutan untuk memastikan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang," pungkas Widi.

Tags

Terkini