PANTURA NETWORK -- Ratusan Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Baznas Jateng menyelenggarakan pelatihan boga bagi 120 kader PKK dari desa miskin ekstrem.
Pelatihan yang berlangsung di Kompleks Gedung D'Elang Kota Semarang itu bertujuan mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan keterampilan kader dalam mendukung program makan bergizi gratis.
Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin. menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menekan angka kemiskinan berbasis rumah tangga.
Baca Juga: Halal Bi Halal PDI Perjuangan Jepara, Andang Wahyu Triyanto : Bersinergi untuk 2029
"Ini ikhtiar kita untuk menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Kegiatan boga ini fokus pada menu makan bergizi gratis, yang nantinya akan berkolaborasi dengan program pemerintah pusat," jelas Nawal pada pembukaan acara, Senin (14/4/25).
Kolaborasi antara PKK Jateng dan Baznas Jateng ini, kata dia, telah memberikan manfaat signifikan bagi ribuan kader. Hingga kini, sekitar 2.600 kader PKK di Jawa Tengah telah mendapatkan manfaat dari pelatihan boga ini.
Berangkat dari hal tersebut, Nawal mendorong para kader yang telah mendapatkan pelatihan untuk terus mengembangkan diri, baik dari sisi keterampilan maupun usaha.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya mengurus izin IRT, sertifikasi halal, dan memanfaatkan digital marketing guna menunjang kader PKK dalam menjalankan usaha.
Baca Juga: Serunya Skydiving di Karimunjawa : Sensasi Baru Bagi Pecinta Olahraga Ekstrem
Sementara itu, Wakil Ketua II Baznas Jateng, Muhammad Zen Yusuf, menekankan bahwa pelatihan ini adalah bagian dari penyaluran zakat produktif, sesuai dengan UU No 23/2011 tentang pengelolaan zakat.
Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan boga, tetapi juga dukungan peralatan seperti pemanggang dan wajan. Para peserta juga akan mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan usaha kuliner.
"Tujuan pengelolaan zakat adalah untuk menyejahterakan umat dan menanggulangi kemiskinan," kata Zen.
Baca Juga: Pemprov Jateng Fasilitasi Balik Rantau Gratis, Ribuan Perantau Diuntungkan
Suminarti, salah satu peserta dari Baturagung, Kabupaten Grobogan, menyatakan kegembiraannya mengikuti pelatihan ini. "Harapannya bisa jualan bakso atau makanan lain untuk meningkatkan perekonomian keluarga," pungkasnya.