daerah

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Gelar Dialog Strategis di Jepara

Rabu, 5 Maret 2025 | 14:27 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi (berdiri) di Pendopo Kartini Jepara, Selasa (4/3/25) malam. (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengadakan dialog penting dengan tokoh agama dan masyarakat di Pendopo Kartini Jepara pada Selasa malam (4/3/25).

Pertemuan ini membahas beragam isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan daerah, seperti infrastruktur, pendidikan, pertanian, dan pelestarian seni ukir khas Jepara.

Dalam dialog tersebut, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya persatuan setelah kontestasi politik. Ia menegaskan bahwa pemimpin harus amanah dengan mengutamakan kepentingan rakyat.

Baca Juga: Dari Pasar ke Desa : Gubernur Luthfi Pantau Stabilitas Harga Sembako dan Kesehatan di Jepara

"Siapa pun pemimpinnya, yang menang tetap masyarakat," tegas Luthfi.

Tema pertama yang dibahas adalah infrastruktur, ia menargetkan menargetkan perbaikan jalan di seluruh kabupaten dan kota dalam 15 hari ke depan.

Tujuannya sebagai upaya dalam mempersiapkan Jawa Tengah menjadi pusat pergerakan nasional saat arus mudik dan balik.

Baca Juga: Pantau Harga dan Stok Sembako, Gubernur Jateng dan Bupati Jepara Tinjau Pasar Pecangaan

"Prinsip infrastruktur di seluruh kabupaten, kota, dan provinsi harus tuntas dalam 15 hari," ujarnya.

Kedua, yakni sektor pendidikan. Bagi Ahmad Luthfi, inventarisasi kondisi sekolah dari SD hingga SMA menjadi prioritas, dengan Kabupaten Jepara sebagai fokus pertama.

"Provinsi bertanggung jawab atas SMA dan SLB, sementara bupati menangani SD dan SMP. Oleh karena itu, Jepara mendapat kesempatan yang pertama dari saya," jelas Luthfi.

Baca Juga: Bantu Nelayan Hadapi Masa Paceklik, Pemkab Jepara Salurkan 46 Ton Beras

Dalam bidang pertanian, gubernur berkomitmen menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional dengan fokus pada pembangunan embung dan perbaikan irigasi.

"RPJMD kita mengarah pada swasembada pangan, menjadikan Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional," ungkapnya.

Pelestarian seni ukir Jepara tak luput dari perhatian. Hadi Priyanto dari Yayasan Pelestari Ukir Jepara berharap dukungan pemerintah untuk memasukkan seni ukir ke dalam warisan budaya tak benda UNESCO.

Halaman:

Tags

Terkini