daerah

Dari Pasar ke Desa : Gubernur Luthfi Pantau Stabilitas Harga Sembako dan Kesehatan di Jepara

Rabu, 5 Maret 2025 | 05:14 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi (tengah) belum lama ini (Istimewa for Pantura Network)

PANTURA NETWORK -- Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengawali langkah kepemimpinannya dengan kunjungan kerja perdana ke Kabupaten Jepara pada Selasa, 4 Maret 2025.

Agenda ini, Luthfi mengunjungi beberapa lokasi strategis seperti Pasar Pecangaan, Balai Desa Troso, dan Balai Desa Karanggondang.

Tidak sendiri, ia didampingi oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta jajaran pimpinan perangkat daerah terkait.

Baca Juga: Pantau Harga dan Stok Sembako, Gubernur Jateng dan Bupati Jepara Tinjau Pasar Pecangaan

Kunjungan kerja ini menandai langkah pertama Luthfi setelah dilantik sebagai Gubernur Jawa Tengah oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.

Di Pasar Pecangaan, Luthfi bersama Bupati Wiwit memantau harga bahan pokok seperti beras, telur, dan cabai. Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga terutama selama bulan Ramadan.

"Kami telah melakukan pengecekan di pasar, kondisinya masih aman dan harga bahan pokok stabil. Kami berencana melakukan operasi pasar hingga Lebaran untuk memastikan harga tetap terkendali," papar Luthfi.

Baca Juga: Bantu Nelayan Hadapi Masa Paceklik, Pemkab Jepara Salurkan 46 Ton Beras

Usai dari pasar, perjalanan berlanjut ke Desa Troso dan Desa Karanggondang. Kedua desa ini dipilih karena memiliki tingkat penerima bantuan sosial di atas 60 persen.

Di kedua desa tersebut, Luthfi meninjau pelaksanaan program SPELING (Dokter Spesialis Keliling) yang fokus pada pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan kehamilan dan TBC.

"TBC adalah prioritas utama kami. Kami akan menggunakan alat yang bergerak untuk memantau kondisi TBC di Jawa Tengah, yang sesuai dengan arahan Presiden Prabowo untuk menurunkan angka TBC," tegas Luthfi.

Baca Juga: Menjelang Bulan Suci Ramadhan, PLN UIK Tanjung Jati B Raih Proper Emas Keenam

Gubernur Luthfi juga menginstruksikan agar setiap rumah sakit milik provinsi dilengkapi dengan 10 mobil SPELING.

Harapannya, layanan kesehatan di Jawa Tengah dapat lebih terjangkau dan menyeluruh, memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan akses yang mereka butuhkan.

Tags

Terkini