daerah

Bupati Wonosobo Dorong Warganya Motori Pelestarian Kearifan Lokal

Rabu, 15 Januari 2025 | 16:23 WIB
Bupati Wonosobo Dorong Warganya Motori Pelestarian Kearifan Lokal (Ist)

PANTURANETWORK.COM -- Pelestarian warisan seni budaya lokal semakin penting, mengingat keberadaannya menjadi daya tarik yang mendukung pengembangan sektor pariwisata, sebagai salah satu sektor penyokong perekonomian daerah.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat membuka seminar nasional dan lokakarya bertajuk “Inovasi dan Konservasi Kesenian Tradisi” yang diselenggarakan Komunitas Seni Saras Swara Indonesia, di Pendopo Selatan, baru-baru ini.

Bupati meminta warganya untuk memotori gerakan-gerakan pelestarian kearifan lokal dan kekayaan seni budaya, melalui pendekatan-pendekatan yang inovatif.

Baca Juga: Arti Ya Wasi dalam Asmaul Husna

“Besar harapan saya para peserta akan menjadi penggerak dalam upaya konservasi dan revitalisasi seni, budaya, dan kearifan lokal di tiap-tiap wilayah di Kabupaten Wonosobo,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Visi Kabupaten Wonosobo 2045, yang termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Wonosobo Tahun 2025-2045, adalah Kabupaten Wonosobo sebagai Pusat Agrobisnis dan Pariwisata Terkemuka di Jawa Tengah yang Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan.

“Kita ketahui bersama, bahwa Kabupaten Wonosobo memiliki kekayaan luar biasa, tidak hanya pada keindahan bentang alamnya namun juga pada khazanah kearifan lokal, seni, dan budaya yang unik. Maka, sepatutnya upaya konservasi dan revitalisasi warisan seni budaya lokal dapat terus digelorakan,” ungkap Afif.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Tradisi di Pasar Kramat Jumat Pahing Muntilan

Salah seorang pemateri acara, Zulfikar, menyampaikan pentingnya memahami musik tradisi, sebagai entitas yang hidup, dengan nilai-nilai filosofis yang mendalam.

“Musik tradisi bukan sekadar objek mati. Ia mengandung spirit dan sistem pengetahuan yang tetap hidup meski tidak dimainkan. Tradisi ini adalah dialog yang terus berlangsung,” jelasnya.

Senada, pemateri lainnya, Bayu menambahkan perspektif tentang bagaimana musik tradisi dapat bertahan di tengah arus modernisasi sambil menjaga identitas aslinya.

Baca Juga: ASN Jateng Didorong Laporkan Harta Kekayaan, Telat Bakal Disanksi Disiplin dan Potong TPP

“Apa yang kita lakukan sekarang bisa saja menjadi tradisi di masa depan. Tantangannya adalah memastikan kreativitas kita tetap berakar pada tradisi, bukan sekadar menempel inovasi,” ungkapnya.***

Tags

Terkini