Setiap harinya relawan Rumah Zakat akan terus melakukan aksi kemanusiaan ini sebelum banjir benar-benar surut. Lebih jauh pihaknya mengajak masyarakat luas untuk ikut berkolaborasi membantu warga yang terdampak banjir di Kabupaten Demak.
"Mohon dukungan dan kolaborasi kepada semua pihak agar warga dapat tertangani dan mudah-mudahan semua sehat. Aksi-aksi setiap hari terus kami lakukan meskipun keterbatas SDM relawan, kami kelola dengan baik secara bergantian, mudah-mudahan bisa membantu bersama elemen lain," pungkasnya.
Banjir Belum Surut
Sementara itu, Kasi Pelayanan Desa Ngemplik Wetan, Abdul Malik mengatakan, sejak hari Kamis (8/2/2024) hingga hari ini Rabu (13/1/2024), banjir di desanya tak kunjung surut. Semua warga di desanya yang berjumlah sekitar 850 orang terdampak banjir.
"Semuanya terdampak, semuanya tanpa terkecuali, walaupun untuk kedalamannya bervariasi, ada yang sekitar 1 meter, setengah sentimeter, dan 8 sentimeter. Jumlah keseluruhan sekitar 850-an yang terdampak banjir semua," katanya saat ditemui di lokasi.
Dia berkata, hampir semua warga di desanya mengungsi di lokasi pengungsian. Ada juga yang bertahan dengan keterbatasan. Ada pula yang mengungsi di kerabat atau saudara di daerah lain.
"Kalau memungkinkan bertahan, bertahan, yang penting gak kena kebanjiran, makan seadanya, tidur tanpa listrik, tanpa lampu, obat nyamuk, terbatas. Ada yang memilih mengungsi di posko. Kalau mereka punya sanak saudara memilih di sana luar daerah," ujar Abdul Malik.
Meski begitu, dia mengatakan bahwa untuk kebutuhan konsumsi tercukupi. Hanya saja masalah air bersih masih menjadi kendala. Pihaknya juga merasa terbantu dengan adanya bantuan dari Rumah Zakat maupun pihak-pihak lainnya.
"Alhamdulilah tercukupi dari segi makan dan minum, cuma ir bersih kendalanya. Tentu sangat terbantu dari Rumah Zakat, terutama dari segi konsumsi hariannya, bantuan air mineral, dan sebagainya, sangat terbantu sekali," tandas Abdul Malik.